Tiongkok Memperluas 'Penindasan Digital' hingga Lintas Negara
- https://www.hongkongwatch.org
VoxPop – Ketergantungan Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada kontrol digital dan manipulasi data kini berkembang menjadi instrumen penindasan transnasional. Jangkauannya tak lagi terbatas di dalam negeri, melainkan meluas hingga ke komunitas diaspora dan para pengkritik di berbagai belahan dunia.
Awalnya, pengumpulan data oleh pemerintah Tiongkok hanya menyasar warganya sendiri. Namun seiring waktu, sistem itu berubah menjadi jaringan pengawasan global: mengintimidasi pembangkang, membungkam kritik, hingga menekan masyarakat melalui teknologi.
Para pakar menyebut fenomena ini sebagai bentuk “penindasan tanpa batas”—alat yang dirancang bukan sekadar untuk mengendalikan rakyat di dalam negeri, tetapi juga memaksa kepatuhan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di seluruh dunia.
Arsitektur Kontrol Digital
Chen Ende, mantan pekerja teknologi Tiongkok yang sekarang tinggal di Amerika Serikat, memberikan pandangan langka tentang cara kerja internal peralatan ini.
Chen pernah berkarir dan menggarap berbagai proyek besar di Alibaba Cainiao Technology dan Tianque Technology, yang memperkenalkannya pada cara sejumlah besar data pengguna dikumpulkan dan dimanipulasi secara sistematis.
Di Cainiao, divisi logistik Alibaba, Chen ditugaskan untuk mengumpulkan informasi pengguna—termasuk catatan pembelian, alamat, nomor telepon, dan detail penerima—dan menjual data tersebut ke perusahaan pengiriman ekspres.
Yang paling mengejutkannya bukanlah koleksi itu sendiri, tetapi kenyataan bahwa otoritas PKT dapat dengan mudah mengakses semua informasi ini melalui komite Partai yang tertanam dalam perusahaan swasta.
Pengaturan ini, di mana bisnis menyamar sebagai entitas independen sambil menjawab langsung arahan PKT, dan menjadikan setiap perusahaan teknologi besar Tiongkok sebagai perpanjangan tangan negara.
Tidak ada batas antara operasi perusahaan dan kendali negara. Data, baik dari transaksi e-commerce maupun platform digital, pada akhirnya disaring ke atas ke dalam mesin PKT.
Saat bekerja di Tianque Technology pada 2019, Chen juga melihat langsung pembangunan infrastruktur digital untuk sistem manajemen jaringan di Zhejiang. Teknologi itu mampu menandai “perilaku tidak biasa” secara real-time, dan secara efektif menjadikan algoritma teknologi sebagai alat penegakan politik.
Chen mencatat bahwa para pembangkang, kritikus, dan siapa pun yang menyimpang dari pola yang disetujui akan segera dilacak—bukti bahwa negara pengawasan Partai tidak bergantung pada tenaga manusia saja, tetapi pada sistem saraf digital yang telah dibangunnya dengan susah payah.
