Krisis Laut China Selatan: Ekologi Terancam, Geopolitik Memanas

VoxPop Militer: Kepulauan Paracel di Laut China Selatan
Sumber :
  • The Times

VoxPop – Eksploitasi sumber daya perairan Tiongkok tanpa henti telah memicu krisis lingkungan sekaligus meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan. Sungai, danau, hingga laut pesisir yang dulunya kaya biodiversitas kini mengalami penurunan drastis populasi ikan akibat penangkapan skala industri dan lemahnya penegakan hukum.

img_title Pertumbuhan Partai Komunis Tiongkok Melambat Sejak 5 Tahun Terakhir, Anggotanya Semakin Menua

Dampak paling nyata terlihat di Laut China Selatan—wilayah yang menjadi titik api ekologi sekaligus arena perebutan geopolitik.

Menurunnya Stok Ikan, Meningkatnya Ketegangan

img_title JLL Ungkap Tantangan dan Implikasi dari Ekspansi Global Perusahaan Real Estate Tiongkok

Laut Cina Selatan menyumbang 12 persen dari tangkapan ikan global, namun stok utama anjlok lebih dari 70 persen sejak 1950-an. Studi Marine Policy Journal 2022 menyebut hingga 90 persen spesies ikan komersial di kawasan ini dieksploitasi berlebihan. 

Armada penangkap ikan yang disubsidi negara Tiongkok, yang seringkali disertai milisi maritim, telah mendorong ekosistem ke ambang kehancuran. Hasilnya bukan hanya degradasi lingkungan tetapi juga krisis strategis.

img_title FSI Ungkap Potensi Kerugian Triliunan Rupiah Akibat Klaim China di Natuna

Dengan menipisnya perairan domestik, kapal-kapal penangkap ikan Tiongkok semakin sering memasuki zona ekonomi eksklusif (ZEE) negara-negara tetangga seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Penyerbuan ini, yang seringkali dikawal oleh penjaga pantai atau kapal angkatan laut, mengaburkan batas antara aktivitas sipil dan penegasan militer.

Pada Agustus 2025, militer dan penjaga pantai Tiongkok menggelar patroli "kesiapsiagaan tempur" di sekitar Beting Scarborough yang disengketakan, yang meningkatkan ketegangan dengan Filipina. Langkah-langkah tersebut dibingkai sebagai "menjaga kedaulatan" tetapi juga melindungi kepentingan penangkapan ikan Tiongkok di perairan yang disengketakan.

Dampak Ekologis dan Manusia

Perikanan di Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan diproyeksikan akan menghadapi penurunan produktivitas yang tajam akibat perubahan iklim dan penangkapan ikan berlebih, dengan dampak yang sangat serius terhadap masyarakat pesisir yang mengandalkan ikan sebagai sumber protein utama mereka.

Perairan pedalaman Asia—di dalam ZEE negara-negara pesisir—menyumbang 34 persen dari total produksi perikanan global, namun lebih dari separuh kapal penangkap ikan dunia beroperasi di Laut Cina Selatan. Nelayan tradisional yang bergantung pada hasil tangkapan berkelanjutan tergusur oleh armada industri yang menangkap ikan sepanjang tahun, seringkali secara ilegal.

Taktik “Zona Abu-abu” dan Kekuatan Maritim

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut