Singapura Tangkap Kapten Kapal Pesiar Milik Chen Zhi, Taipan Kamboja-Gembong Penipuan Siber Asia
- Straitstimes
Singapura, VoxPop – Polisi Singapura menangkap Nigel Tang Wan Bao Nabil, mantan kapten kapal pesiar mewah milik Chen Zhi, sosok yang diduga sebagai dalang salah satu jaringan penipuan terbesar di Asia yang beroperasi dari Kamboja.
Tang ditangkap pada 11 Desember setelah kembali ke Singapura. Kepolisian Singapura mengonfirmasi penangkapan tersebut pada 18 Desember, menanggapi pertanyaan dari Bloomberg News.
Dalam pernyataan resmi, polisi menyebut Tang ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam tindak pidana pencucian uang yang terkait dengan Chen Zhi dan perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengannya. Saat ini, pria berusia 32 tahun itu telah dibebaskan dengan jaminan.
Chen Zhi, warga negara Kamboja kelahiran China, telah didakwa oleh otoritas Amerika Serikat dan dituduh memimpin jaringan kriminal transnasional yang menjalankan operasi penipuan daring berskala besar dengan memanfaatkan pekerja yang diperbudak.
Jaksa AS menuding Chen dan konglomeratnya, Prince Holding Group, mencuri dana korban melalui skema penipuan daring yang dikenal sebagai “penyembelihan babi” (pig butchering) di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain, serta mencuci hasil kejahatan senilai miliaran dolar. Pemerintah AS menyatakan Chen saat ini berstatus buron.
Rekam Jejak Nigel Tang Wan Bao Nabil
Tang termasuk salah satu dari tiga warga negara Singapura yang dijatuhi sanksi oleh AS pada Oktober lalu karena keterkaitannya dengan Chen. Ia diketahui menjabat sebagai kapten kapal pesiar mewah NONNI II sepanjang 53 meter milik Chen, serta menjadi direktur dan kepala operasional Warpcapital Yacht Management, perusahaan yang terdaftar di Singapura.
Selain itu, Tang juga menjabat sebagai kepala operasional Capital Zone Warehousing, perusahaan Singapura yang dikendalikan Chen dan mengelola gudang bebas bea untuk produk alkohol dan tembakau impor.
Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa Chen dan lingkaran dekatnya kerap menggelar pesta di atas kapal pesiar mewah tersebut. Hingga kini, Tang belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar, sementara pihak Prince Holding Group membantah seluruh tuduhan penipuan.
Sejak Amerika Serikat membuka kasus terhadap Chen dan Prince, otoritas Singapura dan sejumlah negara lain meningkatkan penyelidikan terhadap aktivitas kelompok tersebut. Pada akhir Oktober, polisi Singapura menyatakan telah menyita atau membekukan aset senilai lebih dari US$150 juta yang diduga terkait dengan Chen dan rekan-rekannya.
