Hati-hati! Thailand Masuk Zona Risiko Tinggi Penularan Virus Nipah
- Pixabay
“Thailand memiliki beberapa faktor pertanian dan kebiasaan konsumsi yang dapat meningkatkan risiko penularan. Misalnya kebun buah yang berada dekat dengan permukiman, kebiasaan mengonsumsi buah segar atau minum jus segar, serta konsumsi makanan mentah atau setengah matang di beberapa daerah,” tulis Prof Dr Yong.
Ia juga menyoroti industri peternakan babi yang besar di Thailand. Jika hewan ternak terinfeksi, maka babi itu bisa menjadi inang perantara yang memperkuat penyebaran virus, katanya.
“Meski risiko wabah saat ini masih rendah, jika benar-benar terjadi, dampaknya bisa sangat serius bagi kesehatan masyarakat dan perekonomian,” tegas Prof Dr Yong.
Oleh karena itu, ia merekomendasikan pengawasan aktif dan kesiapan sejak dini untuk menghadapi kemungkinan terjadinya wabah.
