Militer China Uji Coba Drone Bersenjata Api, Tingkat Akurasi 100 Persen
- SCMP
China, VoxPop –Drone militer milik pasukan khusus China terbaru menunjukkan kemampuan tembak yang sangat akurat dalam uji coba lapangan. Drone ini mampu mengenai target seukuran manusia dengan setiap tembakan, meski hanya menggunakan senapan serbu standar milik tentara infanteri.
Dalam pengujian, drone tersebut menembakkan 20 peluru satu per satu sambil terbang di ketinggian 10 meter, dengan jarak sekitar 100 meter dari target berupa papan dada berukuran 50 x 50 sentimeter.
Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Gun Launch and Control pada 9 Desember, drone ini berhasil mengenai sasaran dengan tingkat keberhasilan 100 persen selama uji terbang.
Drone eksperimental ini dikembangkan oleh perusahaan Wuhan Guide Infrared bersama Akademi Operasi Khusus Angkatan Darat China.
Dari total 20 tembakan yang mengenai sasaran, separuhnya mendarat dalam radius sekitar 11 sentimeter, setara dengan tembakan tepat di area kepala. Ketika jarak diperpendek menjadi 50 meter, sistem ini masih mampu mengenai target sebanyak 19 dari 20 tembakan.
Tim peneliti yang dipimpin insinyur Jiang Huajian menjelaskan bahwa satu tembakan yang meleset bukan disebabkan oleh kesalahan sistem.
“Peluru yang meleset jatuh di bagian tepi target dada, dan itu disebabkan oleh cacat pada amunisi,” tulis Jiang dan timnya dikutip dari laman SCMP, Senin 26 Januari 2026.
Berbeda dari drone sebelumnya yang memakai senjata rakitan atau senjata khusus, drone ini menggunakan senapan yang sama dengan yang dipakai tentara biasa.
Penelitian ini menunjukkan kemajuan besar dalam teknologi drone tempur, terutama pada sistem stabilisasi, teknologi bidik otomatis, dan pengendalian tembakan untuk pesawat kecil tanpa awak.
Tim peneliti juga merancang ulang dudukan senjata agar senapan dan kamera bidik terpasang menyatu secara stabil. Cara ini membantu mengurangi kesalahan arah tembakan saat drone bergerak di udara.
Selain itu, mereka mengembangkan perangkat lunak yang dapat menyesuaikan sudut tembak dengan mempertimbangkan jarak, arah angin, serta posisi dan arah drone. Setelah melalui banyak simulasi komputer, tingkat akurasi sistem meningkat drastis, dari sekitar 40 persen menjadi hampir 100 persen secara teori.
Saat ini, drone tersebut hanya bisa menembak satu peluru setiap kali, bukan tembakan beruntun. Hal ini dinilai masih menjadi keterbatasan jika harus menghadapi banyak target sekaligus.
