Suhu di Mekkah dan Madinah pada Ramadhan Tahun Ini Bakal Lebih Sejuk

Jamaah haji usai salat di Masjidil Haram
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hani Sofia

VoxPop – Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology Saudi Arabia) merilis prakiraan iklim awal untuk Ramadhan 1447 Hijriah. Berdasarkan prakiraan cuaca, dua kota suci—Mekkah dan Madinah—diperkirakan mengalami curah hujan di bawah rata-rata dengan suhu sedikit lebih hangat dari biasanya.

img_title Cuaca Jakarta Sabtu 1 Agustus 2026 Didominasi Cerah Berawan, Kepulauan Seribu Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Menurut NCM, total curah hujan selama bulan suci diproyeksikan lebih rendah dari rata-rata musiman. Secara normal, curah hujan bulanan di Makkah berada di kisaran 4,2 mm dan di Madinah sekitar 4,3 mm. Selama Ramadan mendatang, hujan yang turun diperkirakan masuk kategori ringan.

Di sisi lain, suhu udara diprediksi meningkat tipis di atas rata-rata historis. Prakiraan menunjukkan kenaikan suhu maksimum sekitar 1°C di Makkah dan hingga 1,2°C di Madinah.

img_title Cuaca Makin Panas, Ketahui Batas Suhu Udara yang Bisa Memicu Heatstroke

Sebagai perbandingan, rata-rata suhu selama Ramadan dalam beberapa tahun terakhir tercatat sekitar 26,8°C di Makkah dan 23,1°C di Madinah.

NCM menyebutkan, prakiraan musiman ini dirilis untuk mendukung kesiapan operasional berbagai pihak, terutama lembaga dan otoritas yang melayani jamaah di Dua Masjid Suci selama Ramadan.

img_title Yunani Bersiap Hadapi Puncak Gelombang Panas 41 Derajat Celcius

Program Ramadhan Diluncurkan

Sementara itu, Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Arab Saudi, Abdullatif Al-Sheikh, meluncurkan program Ramadhan Penjaga Dua Masjid Suci 1447H di Riyadh pada Minggu, 15 Februari 2026.

Dalam rangkaian program tersebut, Arab Saudi juga menggulirkan Program Ramadan Raja dengan mendistribusikan 2,2 juta eksemplar Al-Qur’an serta 1.000 ton kurma ke 120 negara.

NCM mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi mereka guna mendapatkan laporan terbaru dan pengarahan iklim berkala menjelang dan selama Ramadhan.

Sebelumnya, Mahkamah Agung Arab Saudi menyerukan kepada seluruh umat Muslim di Kerajaan untuk memantau kemunculan hilal Ramadan pada Selasa malam.

Dalam pengumuman yang dilansir Saudi Press Agency (SPA), Senin, 16 Februari 2026, Mahkamah meminta siapa pun yang melihat hilal, baik dengan mata telanjang maupun menggunakan teropong, agar segera melaporkan temuannya ke pengadilan terdekat untuk mendaftarkan kesaksian.

Bagi warga yang memerlukan bantuan, Mahkamah juga meminta agar mereka menghubungi pusat atau otoritas setempat guna mendapatkan panduan menuju pengadilan terdekat. Selain itu, masyarakat yang memiliki kemampuan melakukan rukyatul hilal diimbau untuk bergabung dengan komite pemantauan yang telah dibentuk di masing-masing wilayah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut