Donald Trump Sebut Perang Melawan Iran Akan Segera Berakhir
- CNBC Internasional
Ia menambahkan bahwa kemampuan rudal Iran kini tinggal sekitar 10 persen, bahkan mungkin kurang dari itu.
“Aksi militer jangka pendek”
Sebelumnya, Trump juga mengatakan kepada para anggota Partai Republik yang berkumpul di klub golf miliknya di Doral bahwa perang di Iran hanyalah sebuah aksi militer jangka pendek. Namun ia menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut sampai musuh benar-benar dikalahkan secara total.
“Kami melakukan sedikit operasi karena kami merasa perlu menyingkirkan beberapa orang. Dalam banyak hal kami sudah menang, tetapi kemenangan itu belum cukup,” kata Trump kepada para tamu yang hadir.
Penampilan Trump dalam konferensi pers tersebut terjadi setelah percakapannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang membahas perang di Ukraina dan konflik di Timur Tengah. Trump mengatakan bahwa Putin ingin membantu dalam konflik terakhir tersebut.
“Saya mengatakan, ‘Anda bisa lebih membantu dengan mengakhiri perang di Ukraina. Itu akan jauh lebih membantu.’ Tapi kami melakukan pembicaraan yang sangat baik,” ujar Trump.
Berbeda dengan Trump, Putin pada hari Senin justru mengucapkan selamat kepada Mojtaba Khamenei atas pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, sekaligus menegaskan kembali dukungan Rusia terhadap Teheran.
Di sisi lain, ketika ditanya mengenai pemimpin baru Iran tersebut, Trump mengatakan dirinya kecewa dengan pilihan itu.
“Kami pikir hal itu hanya akan membuat negara itu menghadapi masalah yang sama seperti sebelumnya,” kata dia,
Saat ditanya apakah pemimpin baru tersebut menjadi target pembunuhan, Trump mengatakan bahwa tidak pantas baginya untuk membahas hal tersebut.
Sementara itu, Israel sebelumnya telah menyatakan akan menargetkan pembunuhan terhadap siapa pun pemimpin baru Iran yang dipilih untuk menggantikan Ayatollah Khamenei.
Merujuk kembali pada perang selama 12 hari yang terjadi tahun lalu, Trump kembali menegaskan klaimnya bahwa jika Amerika Serikat dan Israel tidak melancarkan operasi bersama untuk melumpuhkan potensi Iran, maka Iran saat ini sudah memiliki senjata nuklir.
“Jika itu terjadi, mereka mungkin sudah menggunakannya sejak lama, dan setidaknya Israel bisa saja telah dimusnahkan,” tambahnya.
