Panglima Brigade al-Qassam Hamas Izz al-Din al-Haddad Tewas Dibom Israel

Pasukan Khusus Hamas Brigade Izzuddin al-Qassam
Sumber :

VoxPop – Komandan sayap militer kelompok Palestina Hamas, Izz al-Din al-Haddad, tewas dalam serangan Israel pada Jumat malam, menurut sumber-sumber lokal.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Serangan itu juga menewaskan istri dan putrinya, tambah sumber tersebut, seraya mencatat bahwa pemakaman mereka diadakan di Kota Gaza. Berbicara kepada wartawan, saudara perempuan al-Haddad juga mengkonfirmasi kematiannya.

Sementara itu, Hamas juga mengkonfirmasi kematian al-Haddad pada hari Sabtu. Juru bicara kelompok tersebut, Hazem Qassem, mengatakan dalam pernyataan yang direkam bahwa gerakan tersebut berduka atas "salah satu pejuang terbesar rakyat Palestina, panglima tertinggi Brigade Izz ad-Din al-Qassam, Izz al-Din al-Haddad (Abu Suhaib), setelah perjalanan panjang perjuangan dan konfrontasi melawan pendudukan."

img_title Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

Al-Haddad "bergabung dengan para pemimpin dan simbol yang gugur dari revolusi Palestina kontemporer," tambahnya, menekankan bahwa "jalan gerakan akan terus berlanjut meskipun kehilangan besar ini, didorong oleh harapan akan kemenangan."

Dalam pernyataan terpisah, Hamas mengatakan bahwa "kejahatan ini menempatkan komunitas internasional dan negara-negara mediator perjanjian di hadapan tanggung jawab politik, hukum, dan moral mereka untuk bertindak dan memaksa pemerintah pendudukan (Israel) untuk sepenuhnya mematuhi ketentuan perjanjian dan menghentikan kejahatannya terhadap warga sipil."

img_title Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

Hamas menganggap pembunuhan Haddad sebagai "cerminan upaya untuk memaksakan realitas politik dan lapangan yang gagal dicapai Israel dengan kekerasan, melalui kebijakan pembunuhan dan pemberian tekanan pada kepemimpinan perlawanan dan memengaruhi posisi politiknya."

Ditambahkan bahwa al-Haddad adalah "pilar gerakan perlawanan di Jalur Gaza."

Ia telah kehilangan dua putranya, Suhaib dan Mu'min, dan menantunya, Mahmoud Abu Hasira, selama perang melawan Israel, demikian pernyataan tersebut mencatat.

Sebelumnya, tentara Israel mengklaim telah membunuh Izz al-Din al-Haddad dalam serangan di Kota Gaza.

Perkembangan ini terjadi ketika tentara Israel terus melakukan pelanggaran harian terhadap gencatan senjata di Jalur Gaza yang mulai berlaku pada Oktober 2025.

Gencatan senjata tersebut terjadi setelah perang genosida selama dua tahun yang dilancarkan Tel Aviv yang menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai lebih dari 172.000 lainnya.

Menteri Keamanan Israel, Itamar ben Gvir

Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

Menanggapi putusan tersebut, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengklaim bahwa para hakim pengadilan distrik Yerusalem "memihak kepada teroris".

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut