Terungkap Perilaku Siswa 14 Tahun Pelaku Penembakan Sekolah di Thailand

Proses evakuasi di sekolah Debsirin Nonthaburi School Thailand
Sumber :
  • AFP

VoxPop –Fakta baru terungkap dalam kasus penembakan brutal di sekolah Debsirin Nonthaburi Thailand pada Jumat 7 Agustus. Berdasarkan penyidikan sementara yang dilakukan kepolisian provinsi wilayah 1, pihak penyidik saat ini tengah menganalisis komputer milik pelaku yang merupakan siswa sekolah tersebut. 

img_title Temuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Jaksel, Adde Rosi: Jangan Rusak Dunia Pendidikan!

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa remaja berusia 14 tahun itu bermain game yang mengandung unsur kekerasan. Polisi juga memeriksa aktivitasnya di internet untuk mencari petunjuk yang mungkin dapat membantu menjelaskan alasan di balik serangan tersebut.

Komisaris Kepolisian Provinsi Wilayah 1, Pol Lt Gen Wattana Yeejeen menyebut dari hasil pemeriksaan komputer milik pelaku, pihaknya menemukan lima video terkait penembakan di sekolah di luar negeri yang ditonton sejak 30 Juli, atau sekitar satu minggu sebelum kejadian. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa mereka masih memeriksa file dan bukti digital lainnya. Polisi juga belum memastikan apakah video-video tersebut berkaitan langsung dengan keputusan tersangka untuk melakukan penembakan.

img_title Kronologi Siswa 14 Tahun Lakukan Penembakan Brutal di Thailand, Tembakkan 26 Peluru

Sementara itu berdasarkan kerabat keluarga yakni paman tersangka mengatakan bahwa keponakannya itu telah tinggal bersama kakek dan neneknya sejak kecil setelah kedua orang tuanya berpisah. Ia menggambarkan keponakannya sebagai siswa yang cukup baik, sangat pendiam, dan menghabiskan sebagian besar waktunya di depan komputer. 

Melansir laman The Bangkok Post, sang paman juga menyebut keponakannya juga jarang keluar rumah. Menurut sang paman, tidak ada tanda-tanda yang terlihat bahwa remaja tersebut sedang mengalami tekanan, konflik, ataupun masalah perilaku.

img_title Legislator DPR Minta Polisi Usut Tuntas Temuan 995 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel

Sang paman menambahkan bahwa ayahnya tidak pernah mengizinkan anggota keluarga bermain dengan senjata api dan biasanya menyimpannya dalam keadaan terkunci di dalam lemari pakaian. Ia mengaku tidak mengetahui bagaimana keponakannya bisa mengetahui tempat kunci senjata tersebut disimpan.

Menurut laporan, terdapat tiga kotak amunisi yang masing-masing berisi 50 peluru dan disimpan bersama senjata api tersebut. Tersangka diduga mengambil dua kotak amunisi, tetapi dua peluru terjatuh di lokasi kejadian. Dengan demikian, total 98 peluru diduga dibawa saat serangan berlangsung.

Berdasarkan temuan awal, pelaku pertama-tama mengambil senjata api dari tempat penyimpanan dan menembak kakeknya ketika sang kakek sedang memasak.

Kerabat lainnya, Thanunporn Yimruang yang merupakan saudara perempuan sang kakek, mengatakan bahwa remaja tersebut dibesarkan dengan penuh perhatian oleh kakek dan neneknya. Ia mengatakan sang kakek, yang merupakan mantan manajer bank, selalu mengantar cucunya ke sekolah setiap pagi dan menjemputnya setelah pulang. Pasangan tersebut, kata dia, selalu memperlakukan cucunya dengan baik.

Menurut Thanunporn, remaja itu tidak memiliki kelompok teman dekat, jarang keluar rumah, dan sebagian besar waktu luangnya dihabiskan untuk bermain game komputer. Ia menggambarkan remaja tersebut sebagai anak yang sopan dan berperilaku baik. Karena itu, menurutnya, tak seorang pun pernah membayangkan bahwa tragedi seperti ini bisa terjadi.

Ilustrasi kasus penembakan

Insiden Penembakan di Festival Lembah Baliem, Dua Orang Alami Luka-luka

Insiden penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi di Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

img_title
VoxPop.co.id
8 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut