Diduga Aniaya Warga hingga Tewas, 7 Personel Polrestabes Terancam Dipecat
- VoxPop.co.id/Putra Nasution
Gidion menuturkan berdasarkan dari autopsi jasad BS yang dilakukan pihak Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan ditemukan pendarahan di bagian otak. Di area itu, korban mengalami pendarahan di kepala. Lalu, luka terbuka di pipi, dan ada juga luka di mata korban.
"Dalam visum tersebut, menyimpulkan ada kekerasan benda tumpul. Ini sedang kita dalami, prosesnya yakinkan dalam penangkapan tadi (diduga terjadi penganiayaan)," kata Gidion.
Gidion mengungkapkan hasil visum atau otopsi jasad BS, disinkronkan dengan keterangan saksi-saksi, yang melihat peristiwa dugaan penganiayaan terhadap almarhum BS.
"Ini sejalan dengan keterangan saksi, yang di TKP melihat bahwa bapak BS waktu itu, berboncengan dengan salah satu temannya, insial P. Kemudian, disergap anggota lah, terjatuh dari sepeda motor dan terjadi pergumulan, dilihat benturannya sangat terjadi, kalau terjadi pendarahan, pasti ada benda tumpul membentur," jelas Gidion.
Pun, dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap BS ini, 7 personel Polrestabes Medan dilakukan penempatan khusus atau Patsus guna mempermudah proses penyidikan selanjutnya.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan anggota secara internal, personel yang melakukan penangkapan saat itu dengan upaya paksa, yaitu 6 orang personel awal. (Sekarang) ada 7 personel kami lakukan pendalaman secara internal," kata Gidion.
