Miris! Belasan Anak di Kebumen Jadi Korban Pencabulan Guru Ngaji, Pelaku Sempat Kabur
- VoxPop.co.id/Andrew Tito
Dijelaskan Bagas, awalnya korban yang masih berusia 9-10 tahun itu hanya bisa menangis, takut sambil mengeluh sakit di bagian kemaluannya. Ayah korban kemudian memanggil guru ngaji tersebut.
"Guru ngaji itu kemudian sama bapaknya korban dipanggil dan ditanya perihal yang diceritakan anaknya. Kemudian guru ngaji tersebut pun mengakui. Bahkan, dia ngaku sudah berulangkali melakukannya dalam rentang waktu 2 tahun terakhir, di TPQ dan dirumahnya sendiri," lanjut Bagas.
Dari pengakuan terduga pelaku oknum guru ngaji tersebut sudah melakukan aksi pelecehan kepada 12 anak di bawah umur yang merupakan santri ngajinya sendiri. Korban rata-rata berusia antara 9 sampai 12 tahun.
Atas perbuatan itu, salah satu orang tua korban akhirnya melaporkan perbuatan tersebut ke Polres Kebumen.
"Kemarin secara resmi kami melaporkan perbuatan oknum guru ngaji tersebut ke pihak yang berwajib Satreskrim Unit PPA pada Rabu (2 Juli 2025)," ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kebumen, Arum Dwi Lestariningsih, menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini. Pihaknya akan mendampingi korban dan keluarga korban baik secara psikologis maupun hukum.
"Kami akan memberikan layanan konseling dan trauma healing agar dampak psikologis yang dialami korban bisa diminimalkan. Selain itu, kami juga akan terus mengedukasi masyarakat untuk mencegah terulangnya kasus serupa," tuturnya.
Menurut Arum, kasus ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat yang selama ini mempercayakan pendidikan agama anak-anak mereka kepada pelaku. Banyak pihak berharap proses hukum berjalan tegas, dan hak-hak korban dapat segera dipulihkan.
Saat mencoba untuk mengkonfirmasi kasus dugaan pelecehan oleh oknum guru ngaji ini, tim tvOnenews.com sudah berusaha mencoba konfirmasi ke pihak kepolisian. Namun, hingga berita ini dibuat pihak kepolisian Polres Kebumen belum bersedia memberikan keterangan resminya.
Laporan; Wawan-tvOne
