Gembong-PDIP: Belum Ada Satupun Sungai yang Dinaturalisasi Anies

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono
Sumber :
  • DPRD DKI Jakarta

VoxPop – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono membenarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  telah mengajukan draf perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2017-2022 kepada DPRD DKI Jakarta. 

img_title Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Baswedan Daftar ke Kemenkum, Target Lolos Pemilu 2029

Salah satu isi draf perubahan RPJMD yang diajukan Anies, adalah menghapus program normalisasi sungai atau waduk sebagai upaya mengurangi dampak banjir di Ibu Kota Jakarta.

"Anies lebih memilih naturalisasi," kata Gembong melalui pesan singkat kepada VoxPop di Jakarta, Rabu, 10 Februari 2021.

img_title Beberkan Rekam Jejak Dino Patti Djalal, Anies Baswedan: Dia Bukan Diplomat Karbitan

Namun demikian, Gembong mempertanyakan sikap Anies soal bagaimana program naturalisasi sungai  yang akan dijalankan. Ia bahkan belum melihat tindakan langsung Anies dari program naturalisasi sungai yang dia gadang-gadang itu.

"Sepengetahuan saya belum ada 1 sungai pun yang dilakukan naturalusasi," ujarnya.
 
Atas dasar itu, Fraksi PDIP DKI Jakarta tetap menyarankan Gubernur Anies untuk terus melanjutkan normalisasi sungai yang ada di DKI Jakarta. Alasannya, karena kondisi sungai di DKI Jakarta saat ini sudah tidak sesuai dengan trase, maka normalisasi sungai berfungsi mengembalikan trase sesuai dengan ketentuan.

img_title Putusan MK Sebut Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Begini Kata Anies

"Normalisasi juga dalam rangka menambah daya tampung air, dan rasanya sangat sulit untuk mengembalikan sungai-sungai kita alami atau natural," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan usulan penghapusan normalisasi sungai dari RPJMD 2017-2022 yang sedang dalam proses pembahasan, telah diatur dan disusun secara bersama.

Pada prinsipnya, kata Ariza, RPJMD yang disusun oleh Pemprov DKI Jakarta dibuat sedemikian rupa mengakomodir semua kepentingan masyarakat.

"Masukan dari semua pihak dan kita buat sebaik mungkin untuk kepentingan kebaikan masyarakat Jakarta Pemprov DPRD," kata Ahmad Riza Patria.

Menurut Ariza, keberhasilan penanganan banjir di Jakarta kali ini tidak terlepas dari langkah-langkah antisipasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta selama ini, mulai dari pengerukan sungai dan kali, gerebek lumpur, drainase, sumur resapan, pompa mobile, pompa stasioner, polder dan upaya-upaya lainnya.

"Termasuk juga dukungan masyarakat yang semakin disiplin, tidak buang sampah sembarangan, masyarakat juga yang membantu membersihkan lingkungan sekitar, mudah-mudahan dengan kerjasama yang baik, kita dapat mengendalikan banjir lebih baik lagi ke depan," ujar Ariza.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut