Teori Ahok agar Jakarta Tak Direndam Banjir

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.
Sumber :
  • Fajar GM - VoxPop.co.id

VoxPop.co.id – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, mantan Kepala Dinas (Kadis) Tata Air DKI Jakarta Tri Djoko Sri Margianto, pernah meragukan teorinya yang sangat sederhana untuk menuntaskan permasalahan banjir di Jakarta.

img_title Update! 52 RT di Jakarta Terendam Banjir, Ketinggian Air 30-140 Cm

Tri Djoko, yang sebelumnya merupakan Bupati Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, tidak percaya dengan ide Ahok, sapaan Basuki.

Untuk membuat banyak kawasan di Jakarta tidak terendam, menurut Ahok, Pemerintah Provinsi DKI perlu menghubungkan 1.086 saluran air utama di Jakarta dengan sungai-sungai yang mengalirkan air ke laut.

img_title Terpopuler: Banjir Jakarta, Shell Super Langka, dan Tes Psikologi SIM

"Bukan mengurangi rasa hormat kepada Pak Tri Djoko, beliau mengatakan saya terlalu naif," ujar Ahok di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mawar, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa, 26 April 2016.

Ahok pun akhirnya memutuskan mengganti Tri Djoko. Pada 3 Desember 2015, ia melantik Teguh Hendarwan sebagai Kadis Tata Air. Teguh, yang sama sekali tidak memiliki latar belakang pekerjaan umum, menjalankan teori sederhana yang disampaikan Ahok, untuk membuat seluruh saluran air di Jakarta saling terhubung.

img_title Pengguna Mobil dan Motor Wajib Tahu Titik Banjir Jakarta Hari Ini

Meski hal itu belum terlaksana terhadap seluruh saluran air, namun pada musim banjir tahun ini, banjir di Jakarta tidak separah seperti tahun sebelumnya.

"Kamu lihat saja. Matraman masih tenggelam enggak? Jakarta Barat, di Kedoya, tenggelam enggak? Enggak," ujar Ahok.
 

Banjir Jakarta Meluas

Update Banjir Jakarta Siang Ini: 147 RT Terendam, Air di Sejumlah Wilayah Tembus 1,7 Meter

Update banjir Jakarta Minggu siang, 147 RT dan 19 ruas jalan masih terendam. BPBD DKI menyebut ketinggian air mencapai 1,7 meter dan puluhan warga mulai mengungsi.

img_title
VoxPop.co.id
8 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut