Sepekan Dilanda Banjir, Warga Luwu Minta Perusakan Hutan Dihentikan
- Haswadi, tvOne
Sementara di Larompong Selatan, banjir sudah merendam jalan Trans Sulawesi. Polisi bersama TNI, BPBD dan Tagana, melakukan rekayasa lalu lintas. Ratusan kendaraan, harus bergantian melintasi jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Dadeko. Ketinggian air di jalan tersebut mencapai lutut orang dewasa. Kondisi ini, menyulitkan pengendara sepeda motor untuk melintas.
“Hanya mobil yang bisa melintas, itu pun hanya satu arah, sedangkan sepeda motor, untuk sementara belum bisa melintas, menunggu air surut,” kata Kasat Lantas Polres Luw, AKP Muhamamadi Muhtari.
Kepala BMKG Tana Toraja, Agung Sudiono Abadi, meminta masyarakat, khususnya yang berada di bantaran sungai, agar lebih waspada karena intensitas hujan di Toraja, serta Luwu Raya, masih cukup tinggi. “Juga mewaspadai gelombang tinggi dan curah hujan yang masih tinggi,” kata Agung Sudiono Abadi.
BPBD mendata, ada ribuan rumah yang terendam dan terdampak banjir di lima kecamatan di Luwu. Daerah yang terendam banjir selama sepekan ini adalah Kecamatan Larompong Selatan, Desa Dadeko, Desa Temboe, Desa sampano, Desa Salusana, Kelurahan Larompong, Desa Keppe, Desa Buntumatabing, Kecamatan Suli, Kelurahan Suli, Desa Botta, Desa Lempopacci, Desa Buntu Kunyi, Kecamatan Suli Barat, Desa Lindajang dan
Desa Buntu Barana
Kemudian juga Desa Tobolong, Kecamatan Kamanre, Desa Paremang Selatan, Desa Taramatekkeng, Kelurahan Cilalallang, Kecamatan Ponrang, Desa Kariako, Desa Buntu Karya. Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa. Sementara kerugian masih terus didata akibat kerusakan barang-barang milik warga, seperti mesin cuci, kulkas, tv. tambak, kebun, sawah dan tanaman jagung ikut terendam.
Laporan: Haswadi, tvOne Luwu , Sulawesi Selatan.
