Megawati Bilang Nyuwun Sewu ke Sri Mulyani, Ada Apa?

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarnoputri
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VoxPop – Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mendapat anugerah sebagai Tokoh Pelopor Penguatan dan Modernisasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk Kemanusiaan dan Lingkungan dari BMKG pada Senin, 25 November 2019. Saat pidato, Mega mengucapkan nyuwun sewu kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani yang hadir pada acara tersebut.

img_title Progres Capai 24 Persen, Pembangunan Huntara di Tiga Provinsi Sumatera Terus Dipercepat

Ketua Umum PDI Perjuangan itu juga mengucapkan nyuwun atau minta beberapa kali kepada Sri Mulyani. Sementara istilah nyuwun sewu dalam bahasa Jawa merupakan sebuah ungkapan untuk meminta izin atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan permisi.  

Mulanya Mega menceritakan tentang kunjungannya ke BMKG China. Di sana, dia ditunjukkan teknologi canggih yang digunakan di negara itu untuk mendeteksi gempa. Begitu juga dengan penyebaran informasi soal gempa ke publik.

img_title Kiai Ahmad Nuryanto Tarik Pernyataan soal Aceh Dilaknat: Demi Allah Tak Ada Unsur Kesengajaan

"Saya diminta hentakkan kaki kuat-kuat. Lalu alarm bunyi dan tiba-tiba semua alat di situ hidup. Ternyata kuatnya hentakan kaki saya itu 8,7. Jadi, inti untuk Ibu Sri. Saya nyuwun (minta) supaya bisa seperti RRT (China)," kata Megawati dalam pidatonya di Auditorium BMKG, Jakarta, Senin, 25 November 2019.

Selain mengunjungi China, dia juga sempat mendatangi Jepang terkait penggunaan teknologi canggih yang digunakan dalam mendeteksi gempa. Setelah dari sana, Megawati penasaran dan bertanya mengenai detail teknologi tersebut kepada seorang ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

img_title Kiai Jateng Sebut Aceh Dilaknat karena Ingin Merdeka, Warganet Murka

Dari sang ahli, Megawati diberi tahu bahwa alat penyebaran informasi atau alarm seperti itu hanya bisa dilakukan dengan membeli satelit. Satelit diyakini dapat mempercepat penyampaian informasi suatu bencana kepada masyarakat.

"Saya langsung bertanya berapa harga satu satelit. Ini mumpung ada Bu Ani. Saya nyuwunlah. Enam Menit itu berharga dan kita sayang nyawa. Katanya harganya Rp1,4 triliun. Saya bilang, why not kalau untuk menolong manusia sebegitu banyak. Jadi tolong dihitung. Kalau mungkin dikerjasamakan dengan siapa gitu karena ini untuk kemanusiaan dan rakyat kita," tutur Mega.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga berbicara bagaimana Indonesia harus meniru Jepang dalam menghadapi bencana alam. Dia pun mendesak pemerintah untuk memasukkan pelajaran tanggap bencana dalam kurikulum pendidikannya dan diterapkan secara aktif di sekolah-sekolah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut