Warganet Ramaikan Tagar Kebohongan Baru Saat Pemerintah Mau New Normal

Presiden Joko Widodo saat memantau persiapan New Normal di Mall Bekasi.
Sumber :
  • Twitter: King Purwa

VoxPop –  Warganet menggaungkan tagar #KebohonganBaru di tengah Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang berusaha melakukan penanganan percepatan pencegahan penularan virus corona COVID-19. 

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Tagar #KebohonganBaru jadi trending topik di Twitter. Salah satu akun Twitter Anatasia_@anatasia184 menuliskan #KebohonganBaru dibuat untuk membela pengusaha, bukan rakyat. Untuk itu, rakyat sekarang sudah mulai memahami. “Jadi sudah paham siapa yang lebih diuntungkan dengan #KebohonganBaru yang dibuat oleh para penguasa?,” tulisnya yang dikutip Kamis, 28 Mei 2020.

Kemudian, Anatasia menyebut new normal atau tatanan kehidupan baru adalah #KebohonganBaru berupa cara instan herd imunity. Memang, Presiden Jokowi tengah mempersiapkan kebijakan untuk melakukan new normal meskipun kondisi corona masih menghantui di Indonesia.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

“Segala buat #KebohonganBaru dengan alasan perekonomian,” tulisnya.

Baca Juga: Trending, New Normal Dianggap Kebohongan Baru Pemerintah

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Selain itu, akun Twitter Fatimah Sweet @FatimahSw33ty ikut mengomentari tentang adanya pengakuan dari Wakil Ketua DPR RI Dasco Sufmi Ahmad yang menyebut bahwa tidak mungkin negara akan terus-menerus membiayai rakyat.

“Munculnya narasi Negara tidak mungkin terus menerus membiayai rakyat, apakah bisa diartikan sebuah pengankuan ketidaksanggupan? Kalau begitu, berarti mulai ada sinyal akan mengangkat BENDERA PUTIH #KebohonganBaru,” tulisnya.

Kemudian akun Twitter Erhael @rissalwan mengatakan harga premium tidak naik, diam-diam premium menghilang di pasaran. Lalu, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan dan diam-diam karantina yang dilakukan (penyekatan).

“New normal yang dipaksakan, diam-diam herd immunity yang diterapkan. #PolaLama #KebohonganBaru,” tulisnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin masyarakat produktif dan tetap aman dari wabah COVID-19. Karena menurut dia, masyarakat harus berkompromi dan bisa hidup berdampingan dengan corona COVID-19.

Karena informasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), meskipun kurva sudah agak melandai atau jadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. Artinya, masyarakat harus berdampingan hidup dengan covid. 

“Yang penting, masyarakat produktif dan aman dari COVID-19. Berdampingan itu justru tidak menyerah, tapi menyesuaikan diri. Kita lawan keberadaan virus COVID-19 dengan mewajibkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Jokowi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut