Keren, Ada Detektif Lacak Warga Positif COVID-19

Aksi Detektif COVID-19 di Bogor.
Sumber :
  • VoxPop/Muhammad AR

"Karena itu, kita perlu sekitar 5 ribu swab test lagi. Ini akan kita kejar dalam satu bulan ke depan. Saat ini, perlu penambahan kapasitas untuk swab test. Dan kita alokasikan melalui anggaran Covid atau BTT yang sudah ada," tambahnya.

img_title Bima Arya Apresiasi PFmuda Cetak Agen Perubahan untuk Indonesia Emas 2045

Langkah berikutnya, kata Bima, adalah kampanye masif terkait protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.

"Itu akan kita gencarkan lagi. Saya minta seluruh OPD, kepala dinas dan camat melakukan kegiatan sidak masker setiap hari. Setiap hari harus melakukan kegiatan sidak masker, membagikan masker kepada seluruh warga dengan tagline kita disiplin kita, vaksin kita," ujarnya.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

 Data COVID-19 Kota Bogor

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga menyampaikan data dan angka perkembangan terbaru Covid-19 di Kota Bogor.

img_title Pertama dalam Sejarah, Mantan Perdana Menteri Spanyol Jadi Tersangka Korupsi

"Kita lihat dari data per 18 Juni, kasus positif ada 163 kasus. Sempat melonjak sejak 9 Juni, tetapi kemudian sejak tanggal 15 Juni relatif landai. Angka pasien yang sembuh perlahan-lahan semakin baik grafiknya. Angka yang wafat kita lihat  juga relatif datar, tidak terlalu tinggi lonjakannya. 15 orang per 1 Juni dan bertambah 2 orang saja per tanggal 18 Juni," kata Bima.

"Dan apabila kita lihat berdasarkan usia, ada kelompok yang sangat rentan terkena covid, yaitu usia 50 sampai 59 tahun ada 44 kasus dan yang berikutnya adalah usia 40 sampai 49 tahun ada 37 kasus. Jadi, usia yang rentan terkena Covid dari 40-60 tahun. Kemudian, kalau kita lihat berdasarkan jenis kelamin dari pasien yang meninggal, laki-laki ada 13 kasus dan 4 kasus perempuan," tambahnya.

Bima menjelaskan, tim dari Pemkot Bogor juga mendalami dan menganalisa lonjakan kasus yang terjadi pada pekan kedua Juni 2020.

"Jadi dari lonjakan itu 53,84 persen atau 28 kasus, setelah kita dalami itu sumber penularannya dari fasilitas kesehatan (faskes) seperti rumah sakit, laboratorium dan apotek. Setelah kita telusuri, tim Dinkes bersama tim Provinsi menemukan banyak fakta tidak ditaatinya protokol kesehatan di tempat tempat tersebut. Misalnya jalur pasien yang belum dipisah, pengolahan limbah medis, pemisahan toilet dan sebagainya. Jadi cukup banyak fakta temuan yang mengindikasikan protokol kesehatan yang tidak maksimal diterapkan," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut