Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2.000 Meter

VoxPop – Gunung Semeru, di Jawa Timur, erupsi meluncurkan lava pijar sejauh dua ribu meter dari pusat guguran. Lava pijar itu teramati ke arah Besuk Bang, Besuk Kobokan, dan Besuk Kembar. Sinar api diam teramati setinggi 10 sampai 20 meter dari Kawah Jonggring Seloko.

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Sarif Hidayat mengatakan, aktivitas kegempaan Gunung Semeru sejak 1 hingga 16 April masih tinggi. Kegempaan didominasi oleh jenis gempa Letusan, Guguran, dan Hembusan.

Gempa letusan rata-rata terekam 25 kejadian per hari. Gempa Hembusan 19 kejadian per hari, dan Gempa Guguran 6 kejadian per hari. Jumlah gempa Guguran meningkat sejak tanggal 5 April 2020, sedangkan gempa Letusan meningkat sejak tanggal 8 April 2020. 

img_title SAKA Dorong Eksplorasi WK Pekawai guna Membuka Potensi Migas Baru

Selain itu, terekam gempa-gempa Vulkanik (Tremor Harmonik, Tremor Non Harmonik, Vulkanik Dangkal, dan Vulkanik Dalam) dalam jumlah yang tidak signifikan. Pada 17 April 2020 terekam gempa Awan Panas Guguran, dengan Amplitudo maksimum 7 milimeter dan lama gempa 300 detik.

"Kami sudah melaporkan kondisi tersebut ke petugas lapangan, agar proaktif melaporkan perkembangan. Terutama lokasi sekitar Besuk Kembar, Besuk Kobokan dan Besuk Bang. Agar masyarakat waspada dan meminimailisir potensi," kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat, Jumat, 17 April 2020.

img_title Korban Tewas Gempa M 7,1 di Jepang Bertambah Jadi 30 Orang, 10.000 Orang Mengungsi-Kereta Shinkansen Setop Operasi

Aktivitas letusan dan hembusan gas menerus di Kawah Jonggring Seloko, Gunung Semeru menunjukkan bahwa terjadi suplai atau tekanan magma disertai kenaikan fluida (gas, cair dan padatan) ke kedalaman yang lebih dangkal. Kemunculan tremor harmonik tanpa disertai gempa-gempa vulkanik (vulkanik dangkal atau pun vulkanik dalam) menunjukkan bahwa saat ini sistem sudah terbuka.

Warna kelabu pada kolom letusan menunjukkan adanya material batuan yang terbawa ke permukaan. Interval gempa letusan yang cukup rapat menunjukkan bahwa hingga saat ini tidak terjadi penumpukan energi yang berpotensi terjadinya erupsi dengan intensitas yang lebih besar.

Untuk potensi bahaya di Gunung Setinggi 3676 mdpl ini di antaranya, potensi erupsi menerus masih ada dengan sebaran material erupsi berupa aliran lava, hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) di sekitar kawah dalam radius 1 kilometer dari pusat erupsi, serta awan panas guguran sejauh 4 kilometer di sekitar lereng tenggara dan selatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut