Buronan Kakap Mirip Djoko Tjandra Bahkan Jadi Dokter Ahli di Malaysia
- VoxPop/Nur Faishal
Hebatnya lagi, dokter Bagoes sempat memperpanjang paspor di KBRI Malaysia setelah masa berlakunya habis dengan nama asli tetapi nomor paspor berbeda. Berdasarkan pengakuan dokter Bagoes kala itu, di KBRI tidak ada yang tahu bahwa ia seorang buronan. “Ini masih akan diselidiki kenapa dia bisa memperpanjang paspor dengan nama asli tapi beda nomor," ujar Didik.
Adhyaksa Monitoring Centre
Keberadaan Dokter Bagoes terendus di Malaysia setelah Adhyaksa Monitoring Centre milik Kejagung mendeteksi keberadaannya pada 2017. Petugas intelijen Kejaksaan membuntuti sembari berkoordinasi dengan Kepolisian di Malaysia. "Setelah siap, baru dilakukan penangkapan," kata Didik.
Setelah dokter Bagoes tertangkap, Kejati Jatim membuka lagi kasus itu dan berjanji akan mengusut tuntas. Sejumlah nama yang diduga terlibat korupsi P2SEM meluncur dari bibir Dokter Bagoes. Kejaksaan pun memanggil beberapa nama dan dimintai keterangan. Sayangnya, Dokter Bagoes kemudian meninggal dunia di dalam penjara pada 20 Desember 2018.
Sampai kini, kasus P2SEM tak terang benar penyelesaiannya. Puluhan orang memang sudah dihukum tapi sebatas para penerima yang terjerat hukuman. Hanya satu terpidana yang terbilang kakap sudah dihukum yaitu mantan Ketua DPRD Jatim almarhum Fathorrasjid.
Ditanya perkembangan penyidikan P2SEM kini, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim Anggara Suryanagara berjanji akan menjelaskan kasus itu pekan depan. “Senin saja,” kata Anggara kepada VoxPop pada Jumat, 31 Juli 2020. (ren)
Baca juga: Mendagri Tegur Pasha 'Ungu' karena Rambutnya Dicat Pirang
