Ancaman Hukuman Pengendara yang Halangi Ambulans Bawa Pasien di Garut

Ambulance yang sempat dihalangi pengendara di Garut
Sumber :
  • VoxPop/Diki Hidayat

VoxPop – Sebuah mobil Kijang sempat menghalangi ambulans yang membawa pasien kritis, saat merujuk pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut Jawa Barat, Jumat 14 Agustus 2020 lalu. Polisi menduga pemilik kendaraan merupakan warga Kabupaten Garut, walaupun jika melihat nomor kendaraan berasal dari Kabupaten Sumedang.

img_title Bukan Cuma Sirene dan Rotator, Bagian Ini Juga Penting di Mobil Ambulans

Kasat Lantas Polres Garut, Ajun Komisaris Polisi Asep Nugraha mengatakan bahwa pihaknya sudah menerjunkan anggota untuk melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. Apa yang dilakukan oleh pengemudi mobil Kijang jelas menyalahi aturan di jalan raya, ambulans sesuai prosedur saat membawa pasien harus mendapat prioritas.

"Kami sudah mendapatkan informasi adanya kejadian itu, sehingga kami langsung melakukan penelusuran siapa pemilik kendaraan jenis Kijang tersebut," ujarnya, Senin 17 Agustus 2020.

img_title Heboh Video Macan Turun Gunung dan Serang Warga di Garut, Polisi Pastikan Hoaks

Baca juga: Ambulans di Garut yang Dihalangi Mobil Bawa Pasien Anak Usia 6 Tahun

Menghalangi ambulans, jelaskan tindakan tersebut menyalahi aturan. Jika benar pengemudi mobil jenis Kijang telah melanggar pasal 287 ayat 4 Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan.

img_title Ditegur karena Terobos Perlintasan Kereta di Garut, 4 Orang Malah Keroyok Penjaga Pintu

"Bagi yang melanggarnya ada sanksi berupa membayar denda atau kurungan 1 bulan penjara," ungkap Asep.

Lanjut Asep pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk memahami tujuh kendaraan yang harus diprioritaskan di jalan raya, salah satunya kendaraan ambulans saat membawa pasien. Ke tujuh kendaraan tersebut sudah diatur dalam pasal 134 Undang-Undang Lalulintas dan Angkutan Jalan.

"Ada tujuh kendaraan yang harus diprioritaskan, salah satunya adalah ambulans," katanya.

Di samping itu masyarakat juga diingatkan agar tak menggunakan lampu rotator atau sirine untuk kendaraan pribadi. Karena bisa saja pengendara kendaraan Kijang mengira yang menggunakan sirine adalah kendaraan pribadi biasa.

"Sehingga ketika ada kendaraan yang asli dan seharusnya menggunakan sirine atau rotator, diabaikan oleh masyarakat pengguna jalan," ujarnya.

20 Ambulans Bersiaga Tangani Korban KM. Mutiara Sentosa II

20 Ambulans Disiagakan Guna Menangani Korban Kebakaran KM. Mutiara Sentosa II

Sebanyak 20 unit ambulans bersiaga di Pelabuhan Kalianget, sebagai langkah antisipasi apabila korban kebakaran KM. Mutiara Sentosa II yang dievakuasi ke wilayah tersebut.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut