Kasus Ubah Lambang Negara, Pemimpin Tunggal Rahayu bak Raib

Spanduk Paguyuban Kandang Wesi di Garut
Sumber :
  • VoxPop/Diki Hidayat

VoxPop – Kantor Paguyuban Kandang Wesi Tunggul Rahayu di Kampung Cigentur, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat saat ini dalam kondisi sepi. Sejumlah anggota paguyuban itu sebelumnya mengaku tak mengetahui jika lambang paguyuban mereka berubah.

img_title Jadwal Siaran Langsung Piala AFF 2026 Hari Ini: Kapan Timnas Indonesia Main?

Pula tak bisa menjelaskan soal lambang negara di pelaporan izin sebagai ormas paguyuban yang seharusnya Garuda Pancasila sudah diubah.

Amas (37) mengaku, hanya Ketua Paguyuban Tunggul Rahayu yang mereka sebut dengan Mr. Prof. Ir. Cakraningrat alias Sutarman yang dikatakan mengetahui tentang lambang paguyuban itu.

img_title Jordi Amat Ungkap Chemistry Timnas Indonesia Makin Kuat, Ada Target Besar Jelang Piala AFF 2026

"Kami tidak tahu, kalau lambang negara sudah berubah," ujar Amas pada Selasa 8 September 2020.

Baca juga: Mayat Pria Tergantung di Ketinggian Gedung Ebenezer Setiabudi

img_title Heboh Video Macan Turun Gunung dan Serang Warga di Garut, Polisi Pastikan Hoaks

Hal yang sama juga disampaikan Robiah (40). Dia mengatakan hanya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Paguyuban Tunggul Rahayu. Kegiatan rutin tersebut di antaranya pertemuan membahas soal peningkatan ekonomi, bantuan sosial, dan pengajian.

"Itu saja ada pertemuan rutin, paling kami tawasulan seperti itu," ungkap Robiah.

Sementara itu, berdasarkan informasi bahwa Paguyuban Kandang Wesi Tunggul Rahayu bermarkas di Kecamatan Caringin yang dipimpin langsung oleh Sutarman. Adapun di Kecamatan Cisewu dipusatkan di Desa Cisewu yang dipimpin oleh Odiman.

"Jadi kalau di sini dipimpin oleh Odiman, kalau di pusat (Kecamatan Caringin) dipimpin oleh kasepuhan (Sutarman)," kata sejumlah anggota Paguyuban Tunggul Rahayu.

Setelah mencuat pemberitaan melalui media tentang Paguyuban Tunggul Rahayu, ketua paguyuban pusat maupun tingkat desa tidak ada di tempat. Di kantor paguyuban hanya terpampang spanduk besar tentang keberadaan paguyuban lengkap dengan profil paguyuban.

Sebelumnya, kasus tersebut terungkap saat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menerima permohonan izin pendirian organisasi kemasyarakatan (ormas). Namun, terdapat kejanggalan adanya perubahan lambang negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila dan ditemukan adanya uang yang dibuat sendiri oleh pihak paguyuban. (art)

Timnas Indonesia

Media Amerika Bongkar Penyebab Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3, Garuda Disebut Gagal di Ujian Sebenarnya

Media Amerika ESPN menilai Timnas Indonesia gagal melewati ujian sesungguhnya usai dibantai Vietnam 0-3 di Piala AFF 2026. Strategi Kim Sang-sik jadi sorotan utama.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut