Wamen PUPR Sidak Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena
- VoxPop/Aman Hasibuan (Papua)
VoxPop – Jembatan penghubung jalan trans Papua ruas Jayapura-Wamena terputus akibat mengalami kerusakan atau amblas. Kendaraan yang menggunakan jalur darat menuju Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya pun tak bisa lewat.
Hal itu terungkap saat Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, John Wempi Wetipo melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan jalan trans Jayapura-Wamena pada Senin, 11 Januari 2021. Pada sidak itu, John menelusuri jalan hingga kilometer 320 tepatnya di Kampung Ruja, Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo.
Dalam perjalanan, John menemukan beberapa jalan aspal yang diberikan garis pembatas lantaran mengalami kerusakan atau amblas di Distrik Senggi dan Waris.
Tak hanya itu, di Distrik Airu ada tiga titik jalan yang sangat sulit dilalui karena tekstur jalannya berlumpur. Selain itu juga ditemukan jembatan-jembatan semi permanen yang tak dapat dilalui.
"Saya mendapat banyak laporan dari masyarakat, jadi saya ingin tahu. Selama ini kan proses lelangnya beberapa kali gagal, namun progresnya seperti apa. Memang tidak gampang karena total jaraknya 580 kilo dari Jayapura sampai Wamena. Nah, setelah sampai di kilometer 320 ini kita baru bisa tahu kendalanya apa," kata John.
- VoxPop/Aman Hasibuan (Papua)
Dia menjelaskan, beberapa titik jalan di Distrik Airu memang sulit dilalui walau sudah dibuat pengalihan jalan untuk menghindari kubangan lumpur. Namun sangat disayangkan, kondisi itu tidak diakali dengan baik oleh pekerja, padahal ada banyak material batu dan kayu yang bisa digunakan untuk menutupi lumpur.
"Saya berkesimpulan bahwa orang-orang yang bekerja ini tidak ikhlas. Ini kan dibiayai oleh negara, saya harap bisa konsisten. Saya minta Satker dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) tolong awasi pemenang. Kalau ada jembatan rusak seharusnya dengan kesadaran sendiri diperbaiki tidak perlu tunggu perintah," ujarnya.
John berharap, konsultan pengawas bisa mengawasi dengan baik pembangunan jalan trans Jayapura-Wamena sebab banyak temuan penyelewengan terjadi akibat konsultan pengawas tak pernah ada di tempat.
"Kita punya kasus di beberapa tempat karena konsultan pengawasnya tidak pernah ada, lalu volume pekerjaannya dikurangi dan akhirnya jadi temuan. Saya berharap kehadiran saya di sini menjadi semangat untuk teman-teman di Balai Jayapura untuk benar-benar mengawasi para pelaksana konsisten bekerja," paparnya.
