Waktu Imsak Muhammadiyah Mundur 8 Menit, Masyarakat Jangan Bingung

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengumumkan perubahan waktu salat
Sumber :
  • Muhammadiyah

VoxPop – Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan jadwal imsakiyah dan Salat Subuh mundur 8 menit lebih lama dibanding yang telah ditetapkan Kementerian Agama RI maupun Nahdlatul Ulama (NU). 

img_title Sabtu Ini, Kemenag Gelar Doa dan Dzikir Kebangsaan di Monas Rayakan HUT ke-81 RI

Ketetapan ini diputuskan melalui Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menetapkan ketinggian matahari awal waktu Subuh yang baru, yaitu minus 18 derajat di ufuk bagian timur. 

Menurut Sekretaris PP Muhamamdiyah, Agung Danarto putusan itu Majelis Tarjih telah mengkajinya melalui tiga aspek, pertama adalah pendapat ulama falak atau astronomi sejak abad 4 sampai sekarang.
 
"Berkaitan dengan itu, PP Muhammadiyah kemudian sudah mentanfidzkan dari hasil Munas ini, meminta kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk bisa mentaati, bisa melaksanakan apa yang sudah diputuskan oleh Majelis Tarjih," kata Agung dalam keterangan persnya beberapa waktu lalu.

img_title Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Hotman Paris: Pembelaan Hukum Tak Perlu Kaitkan Presiden

Berdasarkan pengamatan VoxPop pada jadwal imsakiyah 1 Ramadhan 1442 wilayah DKI Jakarta yang dirilis Muhammadiyah dan Bimas Islam Kemenag, memang terdapat perbedaan. Waktu Imsak dan Salat Subuh yang dirilis Muhammadiyah lebih lama 8 menit dibanding Kemenag.

Photo :
  • kemenag
img_title MBG Watch Temukan 5 Yayasan dengan SPPG Terbanyak: Polri, Muhammadiyah hingga TNI

Photo :
  • Muhammadiyah

PP Muhammadiyah menganggap perbedaan tentu akan selalu ada dan wajar. Agung meminta kepada warga persyarikatan untuk tidak berbelok dan tetap mengimplementasikan putusan dari Muhammadiyah, serta tetap mentolerir dan tidak serta-merta menganggap yang lain adalah salah.

"Jadi kita berusaha menjalankan putusan kita tanpa harus menyalahkan dari pihak lain yang tidak sama dengan kita,"pesan Agung kepada warga Muhammadiyah

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI)mengimbau masyarakat tidak bingung dalam menghadapi perbedaan jadwal imsakiyah pada bulan Ramadhan mendatang mengingat ikhtilaf atau perbedaan pendapat dalam fiqh merupakan hal yang wajar.

"Oleh karena itu, kami mengimbau umat Islam harus cerdas dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan tersebut, khususnya perbedaan waktu imsak Ramadhan 1442 H/2021 M," kata Ketua MUI Jawa Tengah Abu Rochmad.

Selain itu, pihaknya berharap umat Islam lebih bijaksana bila mengikuti jadwal imsakiyah Ramadhan 1442 H/2021 M dengan lebih berhati-hati dalam ijtihadnya, yaitu jadwal imsakiyah yang dikeluarkan Kementerian Agama.

"Kami juga mengimbau umat Islam untuk tidak bingung dan resah serta tetap menjaga kesejukan dan ukhuwah Islamiyah dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun 2021 M," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut