Korem Surya Kencana Buka Suara soal Jenderal TNI Datangi Habib Bahar

Habib Bahar bin Smith
Sumber :
  • VoxPop/Adi Suparman

"Menghina perseorangan. Menghina mungkin apa namanya harga baik institusi dan kehormatan pak," kata Fauzi. 

img_title Bagaimana Nasib 21 Ribu Motor Listrik MBG yang Sudah Dibayar Lunas? Ini Kata KSP Dudung

"Kehormatan? Lalu bagaimana ketika saya bela harga diri kehormatan. Bagaimana nasib keluarga- keluarga prajurit TNI di Papua," katanya. 

Dalam video itu juga Brigjen Fauzi mengatakan bahwa tugasnya seorang ulama memberikan ceramah yang baik. 

img_title BGN Ubah Skema Dapur MBG di Daerah 3T, Dudung: Perusahaan Turun Tangan Lewat Dana CSR

"Sudah menjadi tugasnya bapak memberikan ceramah yang baik kepada...," katanya ke Habib Bahar. 

Habib Bahar pun menimpalinya, bahwa sudah tugasnya ulama memberikan ceramah dan terkait pernyataan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurrachman yang menyebut Tuhan bukan orang Arab. 

img_title KSP Dudung Tantang Publik Buktikan Dirinya Punya Dapur MBG: Silahkan Cek, Saya Kasih Hadiah!

"Tugasnya saya ngasih ceramah. Tugasnya Dudung jangan utik-utik masalah agama kalau enggak tahu masalah agama. Akhirnya apa? Mensifati Tuhan dengan sifat manusia. Bapak kan tahu itu ranah kita," jawab Bahar. 

Brijen Fauzi pun menimpalinya agar Bahar berhati-hati berbicara. "Bapak sebagai ulama harus berhati-hati ngomong," katanya. 

"Ngomong apa? Saya meluruskan yang bener. Dia salah. Harus diluruskan. Enggak ada kaitannya bagaimana," timpal Bahar

Diakhir video, tampak Habib Bahar dikerumuni warga yang menangis lantaran kedatangan rombongan TNI tersebut. "Jangan takuti masyarakat. Enggak ada urusan. Pak rekam nih masyarakat. Rekam ini ,rakyat ini. Datang rame-rame kaya jagoan," katanya sambil pergi meninggalkan lokasi. 

Terkait peristiwa itu, Kepala Penerangan Korem Surya Kencana Mayor Inf Ermansyah belum bersedia berkomentar lebih jauh. Ia masih berkoordinasi untuk memberikan penjelasan kepada rekan media. "Saya no comment dulu," ujarnya kepada VoxPop

PT Timah Tbk mengakselerasi pengembangan logam timah jarang atau rare earth element, dengan mengembangkan Pilot Plant Logam Tanah Jarang (LTJ) di Tanjung Ular, Kabupaten Bangka Barat, Babel

Dudung Ungkap Hambatan Ekspor Mineral Tuntas, Rp2,2 Triliun Komoditas Kembali Mengalir ke Pasar Global

KSP menyatakan bahwa hambatan ekspor mineral akibat perbedaan interpretasi aturan LTJ telah selesai. Ekspor senilai Rp2,2 triliun akan kembali berjalan.

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut