20 Rumah Dibakar OTK Papua, Ratusan Warga Mengungsi ke Pos TNI-Polri

Ilustrasi pembakaran rumah oleh oknum OTK di Papua
Sumber :
  • VoxPop.co.id / Banjir Ambarita (Papua)

VoxPop – Ratusan warga di Kabupaten Dogiyai, Papua pada Minggu malam, terpaksa menggungsi di Markas TNI-Polri akibat rumah dan kios yang mereka tempati dibakar oleh sekelompok warga yang belum diketahui pasti asalnya.

img_title BGN Ungkap Menu Tempe Bacem Dimasak Terlalu Cepat jadi Penyebab Keracunan MBG di Papua

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Kamal menjelaskan, atas kejadian itu ada sekitar 20 unit rumah yang berlokasi di Kampung Ikebo dan Kampung Kimipugi ludes terbakar, namun beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut.

img_title Pemerintah Kebut Dapur MBG di Wilayah 3T, Target Rampung Pekan Ini

"Kejadian pembakaran rumah warga itu di dua lokasi, membuat sekitar 100 orang yang terdiri dari perempuan dan anak-anak mengungsi di Mako TNI-Polri di Kabupaten Dogiyai," kata Kabid Humas Polda Papua saat dimintai keterangan, Senin, 23 Mei 2022.

Kamal menjelaskan kejadian berawal sekitar pukul 23.30 WIT, salah satu rumah warga di Jalan Trans Nabire Depan Bandara Kampung Ekemanida di lempari batu oleh orang tidak dikenal.

img_title Kepala BGN Ungkap Penyebab Siswa di Jayapura Keracunan MBG: SPPG Masak Terlalu Awal

Mendapat laporan itu, anggota Polsek Kamu dengan menggunakan mobil Patroli menuju ke TKP dan mengevakuasi warga di Koramil Kamu. 

Anggota selanjutnya melaksanakan patroli ke Kompleks Pasar Ikebo dan Kampung Kimupugi sesampainya di depan Gereja Kingmi Ebenhezer anggota mendapat lemparan batu dan panah sehingga anggota mengeluarkan tembakan peringatan.

"Mereka melakukan pelemparan dan panah kepada anggota yang sedang melakukan patroli. Dari kejadian itu dua anggota TNI terluka akibat terkena panah," kata Kombes Kamal.

Kemudian sekitar pukul 02.00 WIT dini hari, anggota mendapat laporan bahwa di Kampung Ikebo dan Kampung Kimupugi telah terjadi pembakaran rumah warga oleh massa.

Lebih lanjut dikatakan, awalnya warga yang melakukan pembakaran ini sudah bergabung dan akan membakar pasar namun tidak berhasil sehingga mereka melakukan pembakaran ke rumah warga sekitar.

"Belum bisa dipastikan ini dari kelompok mana yang melakukan pembakaran. Saat ini aparat gabungan masih melakukan penyelidikan," ujar Kombes Kamal.

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat yang hendak melakukan pembakar berupaya membakar lokasi yang tidak diamankan oleh petugas. Bahkan ada dugaan kantor Polsek yang menjadi Mako Polres Dogiyai juga menjadi sasaran dan akan dibakar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut