Autopsi Jenazah Santri Gontor Dijadwalkan Besok, Tunggu Izin Keluarga

Kuasa hukum keluarga santri Gontor asal Palembang yang tewas karena dianiaya
Sumber :
  • VoxPop/Sadam Maulana

Dia mengungkapkan, ada banyak oknum yang mengaku-ngaku sebagai perwakilan dari Pondok Pesantren Gontor yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, sehingga komunikasi tidak bisa dilanjutkan.

img_title Detik-detik Maut Kebakaran di Penjaringan, 5 Penghuni Tewas Tak Sempat Menyelamatkan Diri

Karena kondisi keluarga AM masih syok dan tertekan, Titis meminta agar pihak-pihak yang berkepentingan melakukan komunikasi ke pengacara, yang juga bagian dari tim lawyer Hotman Paris Hutapea.

“Kami tetap on the track, tidak ada mendiskriditkan siapapun. Kami hanya mencari kebenaran dan keadilan untuk kuasanya," jelasnya.

img_title Kunjungi Ponpes Gontor, Jusuf Kalla Tegaskan Gontor Sebagai Lentera Peradaban

Untuk melakukan laporan ke pihak polisi, mereka akan melihat terlebih dahulu bukti dari Laporan Tipe A dari internal polisi. Diakuinya, untuk membuat Laporan Tipe B, yang merupakan laporan langsung dari keluarga AM, masih terkendala biaya keberangkatan ke Ponorogo.

Mereka menagih ke pihak Pondok Pesantren Gontor, untuk membuka fakta terkait dugaan kekerasan yang dialami AM hingga meninggal dunia.

img_title Autopsi Dosen Cantik Untag Bikin Geger: Jantung Pecah Karena Aktivitas Berlebihan? Keluarga Curiga Banyak Kejanggalan

"Mereka pasti bisa menyimpulkan, karena sudah buat statement (dugaan penganiayaan). Tapi kita tunggu saja kerja polisi. Jika nanti pihak keluarga kurang puas, baru akan melanjutkan langkah hukum," tegasnya.

Pihak keluarga belum mengetahui secara pasti bagaimana kronologi dugaan penganiayaan AM. Bahkan lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pun, belum diinformasikan secara transparan pihak Pondok Pesantren.

Gontor Minta Maaf

Juru bicara Ponpes Gontor Ustaz Noor Syahid

Photo :
  • Gontor TV

Sebelumnya, Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengakui bahwa salah santrinya asal Palembang, Sumatera Selatan, berinisial AM (17 tahun) meninggal dunia diduga karena dianiaya oknum santri. Pengurus pesantren pun sudah menindak pelaku dengan sanksi dikeluarkan.
 
"Berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, kami memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat," kata Juru bicara Pondok Pesantren Gontor, Noor Syahid  dalam keterangan resminya, Senin, 5 September 2022.

Noor Syahid menegaskan Gontor langsung menindaktegas pelaku dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari Pondok Pesantren Gontor secara permanen dan mengembalikan mereka ke orang tua.

"Menyikapi hal ini, kami langsung bertindak cepat dengan menindak/menghukum mereka yang terlibat dugaan penganiayaan tersebut," tegasnya

Atas kejadian tersebut, Ponpes Gontor, terang Noor Syahid, memohon maaf dan turut belasungkawa yang mendalam atas wafatnya AM. Gontor sebagai pondok pesantren yang konsen terhadap pendidikan karakter anak, tentu berharap agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut