Deretan Fakta Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Mario Dandy Terhadap David Ozora
- VoxPop/Zendy Pradana.
Mario Dandy Satriyo melakukan selebrasi ala pesepakbola Cristiano Ronaldo usai menendang kepala David. Ia kemudian melakukan selebrasi tendangan bebas.
"Adegan berikut ini tendangan terakhir MDS, seakan-akan ini free kick atau tendangan bebas dalam sepak bola. Dilanjutkan nanti MDS melakukan selebrasi ala Cristiano Ronaldo," kata salah satu ucap penyidik.
AG Saksikan Penganiayaan David
Polisi
- 1472702
AG pacar Mario saat itu menyaksikan penganiayaan. Adegan itu diawali dari Mario yang menyuruh korban untuk mengambil posisi push-up hingga bersikap taubat. Saat itu, posisi AG diketahui masih di dalam mobil Jeep Rubicon dan keluar dari mobil untuk menyaksikan penganiayaan itu.
“Adegan selanjutnya, di sini ada momen anak AG mengambil korek yang ada di samping kepala korban (D) dan membakar rokok milik anak AG sendiri," kata penyidik membacakan adegan rekonstruksi di lokasi.
Mario Dandy Sebut David Lakukan Pelecehan Terhadap AG
Mario Dandy Satriyo menyampaikan alasan melakukan penganiayaan terhadap David Ozora di hadapan N ibunda dari R yang merupakan teman korban. Mario beralasan korban melakukan pelecehan terhadap adik temannya.
Dalam rekonstruksi terdapat adegan saat N menghentikan aksi kekerasan tersebut. N berteriak dari balkon rumahnya. Selanjutnya N bergegas keluar dari rumah untuk menghampiri lokasi penganiayaan.
“Saya tunjuk pelaku, saya tanya ‘siapa kamu? Ngapain kamu di sini? Saya pemilik rumah di sini,” kata saksi N.
N yang mengetahui korban penyiksaan adalah teman anaknya, langsung menanyakan apa yang sudah dilakukan para tersangka terhadap korban. “Saat saya tahu ini D. Saya tanya ‘Kamu apakan teman anak saya?’ ujar N.
“Dia (korban) melecehkan adik teman saya tante,” tutur N menirukan ucapan Mario Dandy pada malam kejadian.
Adik teman yang dimaksud Mario ialah AG sang kekasih.
40 Adegan Diperagakan dalam Rekonstruksi
Sebanyak 40 adegan diperagakan dalam rekonstruksi yang digelar di Kompleks Green Permata Residence, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
"Dari 37 adegan yang kita siapkan, tadi berkembang menjadi 40 adegan. Adegan ke-40 terbagi menjadi dua karena angelnya berbeda, 40 A dan 40 B," ungkap Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi. Hengki menuturkan,dari 37 reka adegan yang direncanakan polisi, ternyata ada sejumlah adegan tambahan.
