Penikmat Gaduh di Lingkar Tambang
- Dok PT AMNT via Satria Zulfikar
Sumbawa – Pasir putih di sepanjang pantai Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) membuat wilayah tersebut begitu sangat cantik. Belum lagi di sana menjadi lokasi pertambangan yang menjadi salah satu sumber kekayaan negeri membuat lengkap kekayaan yang dimiliki Maluk.
Keberadaan PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Batu Hijau menjadikan lokasi tersebut begitu sangat strategis. Wajar saja negara memberi label Objek Vital Nasional di sana.
Sumber kekayaan yang besar membuat banyak orang bergantung hidup di sana, terutama masyarakat lingkar tambang yang banyak menjadi pekerja di sana, atau usaha-usaha lain yang memanfaatkan keberadaan tambang di sana, seperti deretan warung nasi, jasa indekos hingga barber shop.
Jika datang ke sana pukul 17.00 WITA hingga 19.00 WITA aktivitas di Maluk menjadi padat dengan pekerja yang makan di sepanjang warung atau aktivitas lain di sana.
Namun di balik ketenangan itu, terdapat banyak kegaduhan yang terjadi. Aksi demo tambang sering disuarakan bahkan hingga ke Jakarta. Tidak hanya itu, mahasiswa lain di luar NTB ikut berunjukrasa meminta penutupan aktivitas tambang di sana sebagai bentuk solidaritas terhadap warga lingkar tambang.
Tambang Amman Mineral.
- ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Saat unjuk rasa dilakukan di Jakarta mendesak sejumlah tuntutan terhadap keberadaan tambang, justru waktu bersamaan masyarakat lingkar tambang di Maluk berunjukrasa mendukung keberadaan tambang.
Massa berunjukrasa di Gate Benete (pintu masuk menuju tambang) hingga Kantor Camat Maluk. Massa khawatir dengan tuntutan penutupan tambang berimbas pada risiko keluarga mereka yang bekerja di tambang menjadi pengangguran atau bahkan mematikan usaha masyarakat lingkar tambang.
Tokoh Masyarakat Maluk, Safruddin yang ditemui kemarin mengatakan sengaja melakukan aksi mendukung pertambangan untuk keberlanjutan ekonomi di sana. Apalagi banyak warga di lingkar tambang yang menjadi pekerja di tambang.
“Kami demo juga di sini mendukung perusahaan. Kita dukung kegiatan AMMAN. Saya dukung, silakan jalan, ketimbang orang makan apa, petani juga enggak ada di sini,” katanya di Pasir Putih Maluk.
Dia mengatakan keberadaan tambang masih sangat dibutuhkan meskipun tidak berpengaruh besar terhadap peningkatan ekonomi dirinya. “Alasannya ada kegiatan saja seperti ini, bagaimana dengan enggak ada kegiatan (pertambangan). Kami mau makan apa? Yang penting jangan datang bikin resah kami di sini!” ujarnya.
