Sejumlah Kiai NU di Mubes Alim Ulama Bangkalan Suarakan MLB PBNU
- VoxPop.co.id/Nur Faishal (Surabaya)
Kedua, PBNU hasil Muktamar Lampung disebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan praktik politisasi institusi NU dan menjadikan NU sebagai alat politik merebut kekuasaan yang menabrak aturan organisasi dan Khittah 1926.
Ketiga, Mubes bersepakat membentuk Presidium Penyelamat Organisasi NU sekaligus persiapan Muktamar Luar Biasa NU. Keempat, Mubes membentuk Presidium Penyelamat Organisasi NU yang beranggotakan KH Abdussalam Shohib, KH Imam Jazuli, KH Imam Baehaqi, KH Muhaimin, KH Rosikh Roghibi, KH Sholahuddin Azmi, KH Fahmi, KH Wahono, KH Dimyati, KH Nasirul Mahasin, KH Haidar Muhaimin, dan KH Aguk Irawan.
Kelima, tugas utama presidium melakukan koordinasi, konsolidasi & mensosialisasikan Amanah Bangkalan kepada Alim Ulama Pengasuh Pesantren se-Indonesia, PWNU & PCNU se-Indonesia, PCINU se-Dunia serta Banom dan Lembaga NU.
Ketujuh, “Mubes bersepakat diselenggarakannya forum lanjutan di antara seluruh elemen-elemen Nahdlatul Ulama untuk mencari solusi cepat dan tepat berbagai permasalahan yang ada di tubuh NU, mencari langkah-langkah antisipatif terhadap kecenderungan-kecenderungan perkembangan di masa depan serta rekonsiliasi di antara sesama saudara (ukhuwah nahdliyyah). Presidium Nahdlatul Ulama diminta untuk mengambil inisiatif bagi terwujudnya forum tersebut.”
Adapun poin ketujuh, presidium berhak melakukan langkah-langkah strategis untuk upaya Penyelamatan NU. Kedelapan, Sekretariat Presidium ditetapkan di Kasepuhan Pondok Pesantren Denanyar Jombang.
KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam belum berhasil dikonfirmasi lebih rinci terkait ‘Amanah Bangkalan’ hasil Mubes Alim Ulama NU di Bangkalan, Madura, tersebut. Hingga berita ini selesai ditulis pada Minggu malam, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, itu belum membalas pertanyaan melalui pesan singkat yang dikirim VoxPop.
