Gus Mus soal Kisruh PKB-PBNU: Kalau Syuriyah yang Panggil Pasti Datang
- TVNU
Rembang, VoxPop – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Bisri atau Gus Mus angkat bicara mengenai memanasnya hubungan antara PBNU dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Gus Mus mengatakan kekisruhan PBNU dan PKB semestinya dapat diselesaikan dengan mudah dengan cara yang baik. Sebab, pimpinan dari masing-masing institusi itu saling kenal dan bersahabat.
"Ya sebetulnya kan mudah saja, itu pimpinan PKB Muhaimin, pimpinan NU itu Yahya, mereka itu berkawan dari dulu, dari kecil, kan bisa bicara baik-baik, kan bisa," kata Gus Mus dikutip dari Youtube TVNU, Kamis, 19 September 2024.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Pengumuman Pengurus DPP PKB
- VoxPop.co.id/M Ali Wafa
Mantan Rais Aam PBNU itu berharap kisruh antara keduanya dapat dikomunikasikan dengan baik. Jika PKB merasa memiliki kaitan dengan NU, maka sebaiknya mengindahkan panggilan PBNU untuk melakukan klarifikasi.
Gus Mus mengingatkan khittah NU menyebutkan bahwa pendirian PKB agar berkhidmah bukan hanya untuk warga NU tapi juga semua rakyat dan masyarakat Indonesia.
"Sehingga semua mestinya berfikir dengan orientasi itu, ini untuk kepentingan siapa, masyarakat NU, masyarakat Indonesia atau tidak? Kalau iya baiknya gimana. Kalau tidak ya sudah terserah," ujar kiai yang juga pendiri PKB itu.
Ia menilai khidmah PKB sudah bergeser dari yang semestinya berkhidmah untuk warga NU dan Indonesia kepada kepentingan-kepentingan sekelumit dari politik praktis.
"Sekarang (PKB) tidak seperti itu (sesuai khittah). Politik praktis itu kendalanya kepentingan-kepentingan sekelumit, artinya kepentingan sendiri, kepentingan kelompok, itu yang menghalangi kita enggak mencapai tujuan yang mulia dari awal," ungkapnya
Syuriyah PBNU Turun Tangan
Atas dasar itu, bila pemanggilan yang dilakukan PBNU tak diindahkan PKB, Gus Mus menyarankan agar kekisruhan ini diserahkan pada Syuriyah.
"Itu kalau tidak berhasil serahkan Syuriyah. Pengendali NU di Syuriyah. Syuriyah manggil, kalau tidak mau ya sudah berarti enggak mau sama NU. Kalau masih ngaku sebagai orang NU ini Syuriyah sudah manggil enggak datang berarti sudah mbalelo sama kiai NU," kata Gus Mus
Ketua Umum (Ketum) PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
- VoxPop.co.id/Rahmat Fatahillah Ilham
