Peran Penting Perguruan Tinggi dalam Mengembangkan Inovasi untuk Mengakselerasi Hilirisasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Sumber :
  • Kemenko Perekonomian

Selain melakukan hilisasi pada sektor sumber daya alam, Menko Airlangga menyebutkan bahwa Pemerintah juga melakukan hilirisasi pada sektor pertanian dimana salah satu komoditas unggulan ekspornya yakni sawit. Pada tahun 2024 sendiri, Indonesia telah memproduksi CPO hampir 50 juta ton dan saat ini Indonesia telah menggunakan Biodiesel B40. Dengan adanya biofuel tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tahan energi di dalam negeri.

img_title Gas Abadi Blok Masela Diprioritaskan untuk Dalam Negeri, 60 Persen Pasok Industri dan Energi Nasional

“Kita perlu perguruan tinggi untuk terus melakukan R&D sehingga cost kita bisa lebih turun,” pungkas Menko Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menerangkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan ketersediaan cadangan nikel terbesar pertama di dunia dan terbesar kedua untuk komoditas timah. Selain itu, komoditas tembaga, bauksit, dan emas perak juga memiliki cadangan yang besar. Meski demikian pemanfaatan sejumlah komiditas masih belum optimal seperti pada pasir silika yang juga mempunyai potensi unggul.

img_title Hilirisasi Triwulan II 2026 Capai Rp152,7 Triliun, Bauksit Jadi Kontributor Utama

Dengan berbagai potensi hilirisasi tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat mengambil peran dalam mendorong inovasi di berbagai komoditas unggulan, terlebih untuk dapat melakukan Research and Development (R&D). Selain itu, perguruan tinggi diharapkan dapat menjalin kerja sama dengan lembaga internasional atau perusahaan swasta untuk pengembangan SDM agar dapat lebih terbuka dengan berbagai negara.

Ke depan, Menko Airlangga menuturkan bahwa pengembangan industri berbasis digital akan menjadi fokus Pemerintah selanjutnya. Sektor digital diproyeksikan mampu menjadi penggerak ekonomi ke depan, dimana tidak berbasis sumber daya alam tetapi sumber daya manusia. Dalam bidang digitalisasi tersebut, semikonduktor menjadi salah satu aspek yang akan dikejar Pemerintah untuk dikembangkan.

img_title Dongkrak Serapan Tenaga Kerja Para Alumni, Universitas Binawan Gadang Kurikulum Berbasis Industri

“The next game itu disana, saya minta teman-teman disini yang engineering, microelectronic untuk terus kita kejar. Kalau kita gak bisa kejar ini, kita akan ketinggalan karena digital ini akan tumbuh cepat, digital AI dan SDM itu ekonomi berbasis masa depan,” jelas Menko Airlangga.

Usai melakukan talkshow interaktif bersama civitas akademika Fakultas Teknik UGM, Menko Airlangga juga menyempatkan diri untuk berkunjung dan melakukan diskusi santai bersama dengan Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM. Dalam suasana akrab dan hangat tersebut, Menko Airlangga memberikan masukan bagi kemajuan industri ke depan, salah satunya yakni kebutuhan akan pengembangan sektor semikonduktor agar dapat mengejar ketertinggalan dari sejumlah negara lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut