Miris! Gak Ada Dokter Kandungan saat Libur Lebaran, Pasien Hamil di Kota Bima Keguguran

Suasana ruang IGD di RSUD Kota Bima (Satria)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Satria Zulfikar (Mataram)

"Kejadian ini jangan sampai terulang. Jangan ada lagi ibu ibu hamil lainnya jadi korban karena dokter libur, sakit dan cuti. Pelayanan medis yang maksimal adalah hak dasar," harapnya.

img_title Serangan Israel Rusak Rumah Sakit di Lebanon Selatan

Ilustrasi janin dalam kandungan.

Photo :
  • Pixabay

Hanya Dua Dokter

img_title Kondisi Memprihatinkan Keluarga Pasien Anak di Indonesia, Banyak yang Tidur di Masjid Hingga Selasar Rumah Sakit

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Bima dr Fathurrahman membenarkan rumah sakit tersebut kekurangan dokter spesialis. Khusus untuk dokter spesialis kandungan hanya ada dua dokter.

“Di RSUD Kota ada dua dokter kandungan. Satu PNS Kota Bima dan satu kontrak dari RSUD Bima. Memang spesialis masih kurang,” kata dia.

img_title Transformasi Besar Rumah Sakit Sedang Terjadi, Pasien Bakal Rasakan Dampaknya

Dia mengatakan pasien sebelumnya ditangani Puskesmas dan baru malam kemarin datang ke RSUD Kota Bima.

“Pasien sebelumnya datang  dan ditanganin di Puskesmas dan semalam baru datang ke RSUD Kota Bima. Untuk layanan IGD dan ruang bersalin, IGD biasanya tetap buka di RS dan dokter jaga selalu standby 24 jam,” ujarnya.

Dia mengatakan dokter spesialis yang ditemui di RS Kota Bima menerima konsul dan meminta dirujuk ke RS lainnya yang menyediakan dokter.

“Dokter spesialis tetap menerima konsul untuk tindakan selanjutnya untuk dirujuk ke RSUD Bima atau Dompu atau RS lain sesuai prosedur. Dokter spesialis biasanya sudah saling koordinasi sebelum mereka cuti untuk menjaga tetap tersedianya pelayanan di Bima selama libur,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Lalu Hamzi Fikri mengatakan akan melakukan kroscek di Dikes setempat dan RS setempat.

Sebagai informasi, kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Bima baru-baru ini. Ibu hamil bernama Nuraida, (23), warga Desa Ncera, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima terpaksa dirujuk ke Sumbawa yang jaraknya 250 kilometer akibat dokter kanduangan di Bima kompak cuti bersama. Dia harus menempuh waktu 5 jam 30 menit menggunakan kendaraan darat untuk sampai ke RS di Sumbawa.

Pengalaman traumatis itu diunggahnya melalui media sosial. “Saya barusan keliling ke semua RS yang ada di Kota Bima (baik via telepon maupun mendatanginya secara langsung) semua jawabannya sama. Lembo ade (sabar) pak, dokter spesialis kandungan sedang cuti,” kata Zakiyah dalam unggahannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut