Penampakan Plafon Kos Diplomat Kemlu yang Tewas Dilakban

Plafon kos Diplomat Kemlu tewas dilakban
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop - Komisi Kepolisian Nasional mengungkap tak ada kerusakan di plafon kos diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan alias ADP (39). 

img_title Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Ungkap Kondisi WNI yang Jadi Korban

Berdasar video yang didapat, terlihat cat kamar korban berkelir cream. Sedangkan plafonnya putih polos. Ada exhaust fan di plafon. Tak terlihat kerusakan di plafon kosan.

Diketahui, pasca turun langsung mengecek lokasi tewasnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap sejumlah temuan penting.

img_title Kemlu Ungkap Perkembangan Kasus WNI Tewas di Armenia, 6 Rekan Korban Diamankan, 4 Masih Jalani Penyidikan

Salah satunya soal posisi kunci kamar korban yang dinilai krusial. Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, mengatakan bahwa pihaknya meminta penjaga kos memperagakan kembali momen saat pertama kali membuka pintu kamar korban.

"Posisi kunci ini sangat krusial, disitu kami cek secara fisik dan kami konfirmasi kepada penjaga kos-kosan ini. Karena beliaulah yang membuka pertama kali. Terus kami minta untuk diperagakan posisi kuncinya," kata dia, Selasa, 22 Juli 2025.

img_title 2 WNI Diduga Disandera di Myanmar, Minta Tebusan Rp 200 Juta

Komisioner Kompolnas RI, Choirul Anam

Photo :
  • VoxPop/Foe Peace Simbolon

Diketahui, ada dua sistem penguncian di kamar korban. Pertama kunci biasa dan kunci slot dari dalam. Yang menarik perhatian, kunci slot ditemukan dalam keadaan terkunci saat pintu dibuka paksa.

“Saya tanya langsung, kunci slot yang hanya bisa dibuka dari dalam itu posisinya terkunci. Kami juga melihat video dan konfirmasi langsung ke penjaganya,” ucap Anam.

Tak hanya soal kunci, Kompolnas juga menelusuri komunikasi antara penjaga kos dan istri korban. Dikatakan, istri ADP lah yang meminta penjaga memeriksa kamar karena tidak bisa menghubungi suaminya.

“Salah satu yang paling penting, komunikasi antara istri korban dan penjaga itu lengkap. Menit per menitnya kami tahu, kami dapat detail dan konteksnya,” ujarnya.

Selain itu, tim Kompolnas turut mengecek kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area kos. Menurut Anam, tidak ada kejanggalan dari jumlah dan durasi rekaman CCTV yang diamankan pihak kepolisian.

“Kami hitung semua CCTV yang ada. Jumlahnya tetap, dari sebelum kejadian hingga sesudah kejadian,” ungkapnya.

Kompolnas juga meneliti kondisi kamar, termasuk bagian plafon dan saluran air. Hasilnya, tidak ada tanda-tanda kerusakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut