ACAB dan 1312 Viral di Medsos saat Demo, Begini Arti dan Sejarahnya

1312 ACAB
Sumber :
  • Twitter/X

Jakarta, VoxPop – Belakangan ini, media sosial Indonesia ramai dengan singkatan ACAB dan angka 1312. Di platform seperti X (Twitter), banyak warganet menggunakan tagar #ACAB, #1312, hingga #ACAB1312 dalam unggahan mereka.

img_title Polri Tepis Isu Bakal Ada Demo Besar-besaran Imbas Mal Dipasang Pagar, Pastikan Situasi Jakarta Kondusif

Secara sederhana, ACAB merupakan singkatan dari All Cops Are Bstards, yang bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti “Semua Polisi Adalah B*jingan”. Angka 1312 sendiri adalah representasi dari urutan huruf dalam alfabet: A (1), C (3), A (1), B (2).

Meski kerap muncul dalam konteks meme hingga unggahan ringan, istilah ini sebenarnya memiliki sejarah panjang dan sarat makna protes.

img_title Awas Macet! Ada Demo di Jakarta Pusat Hari Ini 21 Juli 2026, Ini Jalur Alternatifnya

Asal Usul dari Inggris

img_title Heboh! Kantor Hotman Paris di Kelapa Gading Digeruduk Massa

Mengutip berbagai sumber, Selasa 2 September 2025. jejak awal penggunaan slogan ini dapat ditelusuri ke Inggris pada era 1920-an. Seorang leksikografer bernama Eric Partridge mencatat sebuah syair singkat yang berbunyi: “I’ll sing you a song, it’s not very long: All coppers are bstards!

Awalnya, ACAB belum berbentuk singkatan. Baru pada 1940-an, di tengah gelombang demo buruh, istilah ini dikemas menjadi akronim empat huruf. Media Inggris, Daily Mirror, bahkan sempat menjadikannya tajuk berita ketika seorang remaja ditangkap karena mengenakan jaket bertuliskan ACAB. Dari sana, istilah ini makin populer di kalangan muda Inggris.

Memasuki tahun 1970–1980-an, ACAB melekat kuat pada subkultur skinhead dan musik punk. Salah satu band yang berpengaruh besar adalah The 4-Skins, yang merilis lagu berjudul A.C.A.B. pada dekade 1980-an. Lagu tersebut menjadikan slogan ini simbol perlawanan kelas pekerja terhadap otoritas negara.

Dari musik punk dan subkultur ini, ACAB kemudian menyebar luas ke berbagai negara. Grafiti, poster, hingga nyanyian protes menjadi medium yang ikut mempopulerkannya. Band punk lain seperti The Last Resort, Sham 69, Cockney Rejects, hingga The Casualties juga kerap menggunakan slogan ini.

Pada periode ini pula, mulai muncul “penyamaran” dengan kode angka 1312 agar pesan tidak terlalu vulgar, namun tetap mudah dikenali oleh komunitas perlawanan.

Menjadi Slogan Global

Dalam beberapa dekade terakhir, ACAB menjelma menjadi slogan protes global. Ia hadir dalam berbagai demonstrasi besar, mulai dari Arab Spring di Mesir, aksi pro-demokrasi di Hong Kong, hingga gelombang Black Lives Matter di Amerika Serikat pada 2020 setelah kematian George Floyd akibat kekerasan polisi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut