Claudius, Pemuda NTT Diduga Disiksa Sejumlah Polisi Selama Dua Jam di Polres
- Jo Kenaru (NTT)
NTT, VoxPop – Seorang pemuda bernama Claudius Aprilianus Sot (23), warga Pitak, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, mengalami nasib tragis setelah diduga menjadi korban penganiayaan sekelompok oknum polisi di lingkungan Polres Manggarai. Peristiwa ini terjadi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pada Sabtu dini hari, 7 September 2025, sekitar pukul 03.00 WITA.
Saat ini, Claudius masih menjalani perawatan intensif di RSUD Ruteng. Wajahnya tampak membengkak, darah terus mengalir dari hidung, dan bagian tubuh lain seperti punggung serta rusuk penuh lebam. Hasil pemeriksaan medis bahkan mengungkap adanya cedera serius.
“Ini baru rontgen, petugas bilang ada retak tulang rahang atas dan ada pecah pembuluh darah sekitar hidung makanya masih keluar darah,” ungkap kakak korban yang menemaninya di ruang perawatan. Ia menambahkan, hasil CT scan sudah keluar dan baru akan diserahkan ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan.
Ilustrasi polisi.
- Antara FOTO.
Insiden ini berawal ketika Claudius bersama tiga rekannya—Angelo, Rian, dan Faldus—hendak membeli mie instan dekat rumah. Namun, di tengah jalan mereka diadang seorang pria mabuk yang tiba-tiba menantang untuk berkelahi di perempatan dekat kantor pengadilan.
“Pertama di pertigaan pengadilan orang itu tiba-tiba datang naik motor matic lalu menantang untuk duel. Tapi kami tidak paham apa maksudnya sedangkan kami tidak ada masalah apapun,” cerita Claudius saat ditemui di ruang rawat Melati, Senin malam, 8 September 2025.
Tak lama, sebuah mobil patroli datang ke lokasi. Karena panik, mereka berlari menjauh. Sayangnya, hanya Claudius yang berhasil ditangkap polisi. Ia mengaku diperlakukan kasar sejak awal penangkapan.
“Sekitar tujuh menit mobil polisi datang. Saya dan teman-teman sempat lari tapi polisi yang patroli kejar dan saya saja yang ditangkap, ditarik terjatuh dan diinjak-injak lalu dinaikkan ke mobil patroli ke Polres,” lanjutnya.
Setelah dibawa ke Polres Manggarai, penderitaan Claudius semakin menjadi. Ia menuturkan, sejumlah orang, termasuk pria yang sebelumnya menghadangnya, ikut melakukan penganiayaan di dalam kantor polisi.
“Lima atau enam orang itu mereka bergantian pukul, tendang, injak sambil interogasi. Tuduhannya seolah-olah kami ada pukul dia padahal kami keluar rumah untuk beli mie saja. Tapi mereka paksa harus mengaku ya sambil pukul. Saya disiksa dari jam 3 sampai jam 5 pagi,” jelas Claudius.
