Miris! Siswi SD Pulang Sekolah dengan Mata Lebam dan Pembuluh Darah Pecah, Guru Ancam agar Tak Melapor
- Tangkapan Layar Instagram @fakta.indo
VoxPop – Belum lama ini media sosial tengah dihebohkan dengan sebuah kasus siswa sd yang mengalami mata lebam dan pembulu darah pecah usai pulang sekolah. Kejadian tersebut terjadi di SD Negeri 150 Sungai Tenang, Gandus.
Seorang siswi SD berinisial F pulang dari sekolah dengan kondisi mata merah seperti berdarah dan lebam, memicu kepanikan dan kekhawatiran dari sang ibu, Bi Erna.
Ilustrasi siswa sekolah dasa (SD).
- Antara
Saat menjemput putrinya, Bi Erna langsung kaget melihat kondisi mata F yang sangat mengkhawatirkan dan segera menanyakan penyebab luka tersebut kepada pihak sekolah.
Namun, jawaban yang diberikan para guru tidak memuaskan. Beberapa guru mengaku tidak mengetahui penyebab luka, sementara ada pula yang berspekulasi bahwa kondisi mata F mungkin disebabkan oleh penggunaan handphone
Pernyataan tersebut membuat Bi Erna semakin bingung, karena kondisi yang dialami putrinya jelas bukan efek normal dari penggunaan gawai.
Merasa tidak mendapatkan kejelasan, Bi Erna berniat melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Sayangnya, niat tersebut justru direspons dengan ancaman dari salah satu guru.
Menurut Vira Sonia, majikan Bi Erna, ketika Bi Erna menyampaikan keinginannya untuk melapor, guru itu menegaskan, “jangan asal tuduh nanti kamu bisa dilaporin balik.” Ancaman ini membuat Bi Erna merasa takut dan ragu untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
“Ketika Bi Erna bilang ingin melaporkan ke pihak berwajib, respon salah satu gurunya seperti ini ‘jangan asal tuduh nanti kamu bisa dilaporin balik’ sehingga Bi Erna takut untuk melaporkan,” jelas Vira Sonia, majikan Bi Erna, dikutip VoxPop dari Instagram @fakta.indo Selasa, 4 November 2025.
Situasi semakin rumit karena di kelas tempat F belajar tidak ada kamera CCTV, sehingga tidak ada rekaman kejadian yang bisa dijadikan bukti. Semua guru dan murid yang ada di kelas mengaku tidak mengetahui siapa yang menyebabkan cedera pada F, sehingga Bi Erna merasa sulit mendapatkan keadilan bagi putrinya.
Kondisi fisik F memerlukan penanganan medis. Ia dibawa ke Rumah Sakit Bunda Palembang untuk diperiksa lebih lanjut. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa pembuluh darah di sekitar mata F pecah akibat benturan benda tumpul.
