Saksi Beberkan Proses Penyewaan Kapal Angkut Minyak Mentah KPI

Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat/PN Tipikor Jakarta
Sumber :
  • ANTARA/Livia Kristianti

"Jadi kalau gambaran besarnya tahap pertama itu tanggal 15 November sampai 7 Desember. Dan setelah itu tanggal 7 Desember sampai 30 Desember 2022," jawab Resa.

img_title Kapal Tanker Pertamina Jadi Penyelamat, 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Berhasil Dievakuasi Selamat

Resa menerangkan pada tahap pertama pihaknya menawarkan US$ 9,4 juta untuk sekali pengangkutan dengan kapal Suezmax.

Kemudian disebutkan terjadi kenaikan harga imbas dari kenaikan kurs dolar dan pasar kapal, penawaran naik menyentuh angka US$ 10,5 juta. Namun, PT KPI menilai angka tersebut terlalu mahal.

img_title MyPertamina Sediakan Edukasi hingga Layanan Produk Gratis di GIIAS 2026

"Ini ceritanya masih menggunakan kapal Suezmax. Kemudian apa tindaklanjutnya setelah US$ 10,5 juta tersebut dianggap mahal. PT KPI meminta penawaran lagi atau meminta kapal tipe lain," kata jaksa.

Jaksa lalu menanyakan apa tindak lanjut dari penolak harga tersebut.

img_title Bahlil soal Harga Pertamax Turun: Ikuti Harga Minyak Mentah Dunia

"KPI meminta penawaran lagi atau mencarikan kapal tipe lain," tanya jaksa.

Resa di persidangan menerangkan pada 7 Desember 2022, PT KPI meminta menjajaki potensi rencana kerja sama dengan Totsa.

"Kemudian apa tindak lanjut saudara ketika ada permintaan untuk menindaklanjuti Totsa. Yang dimaksud kapal apa VLCC. Jadi ketika PT KPI menganggap harga Suezmax mahal kemudian ia menyodorkan alternatif kapal lain VLCC. Apa tindak lanjut dari PIS ada permohonan itu," tanya jaksa.

Kemudian Resa mengatakan pihaknya meneruskan informasi tersebut ke PIS Singapura.

Resa lalu membacakan balasan dari PIS Singapura penawaran harga US$ 6,9 juta dengan kapal Olimpic Luna.

"Oke berarti ada nilai muncul lagi US$ 6,9 juta. Itu menggunakan kapal apa pak?" Tanya jaksa.

"Disebutkan kapal Olimpic Luna," jawab Resa.

Dikatakan kapal tersebut ukuran lebih besar dari permintaan kapal Suezmax dengan harga sewa US$ 6,9 juta. 

"Singkat cerita Suezmax kemahalan kemudian ditolak minta dicarikan kapal yang baru alternatifnya ternyata dapatlah. VLCC dengan nama kapalnya Olimpic Luna dengan harga US$ 6,9 juta," jelas jaksa.

Jaksa lalu menanyakan kapal tersebut disewa secara penuh atau setengah.

"Harga 6,9 (juta dolar) ini, harga penyewaan VLCC atau kapal ini. Co-load satu kapal dibagi dua, ada minyak mentah yang dikirim kepunyaan Totsa dan satu lagi kepunyaan milik KPI," tanya jaksa.

"Kalau dalam email ini disebutkan co-load," jawab Resa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut