Mahfud Sebut Pengelolaan Tambang Jadi Konflik Internal PBNU: Malu Lah

Mantan Menko Polkam, Mahfud MD
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM RI (Menkopolhukam) Mahfud MD turut menyoroti gonjang-ganjing di tubuh Penguru Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang santer diberitakan beberapa waktu terakhir.

img_title Harapan Tokoh Muda NU Terhadap Hasil Muktamar

Diketahui kisruh ini muncul usai adanya desakan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum berdasarkan risalah rapat harian Syuriyah PBNU.

Secara poin, desakan Gus Yahya mundur lantaran menimbulkan dampak terhadap marwah dan tata kelola internal PBNU.

img_title Diterpa Kasus Febrie Adriansyah, PBNU Minta Jaksa Agung Tak Kendor Berantas Korupsi

Salah satunya soal kehadiran narasumber yang dikaitkan dengan jaringan Zionisme Internasional dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) dianggap bertentangan dengan nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta tidak sejalan dengan Muqaddimah Qanun Asasi NU.

Gedung PBNU

Photo :
  • tvOnenews/Aldi Herlanda
img_title Cak Imin Peringatkan Muktamar PBNU Tak Dikotori Politik Uang: Mari Murnikan Kembali NU

Menyikapi hal ini, Mahfud MD bahwa konflik tersebut membuat malu, apalagi ia mengetahui bahwa awal persoalan sebetulnya karena pengelolaan tambang.

"Apalagi isunya kan soal tambang ya, saya sudah bicara ke dalam itu asal muasalnya soal pengelolaan tambang, konflik di dalam soal pengelolaan tambang," kata dia dalam acara podcast Terus Terang di kanal Youtube pribadinya @MahfudMDOfficial, dilihat Jumat 28 November 2025.

Kendati demikian di dalam konflik ini Mahfud MD enggan berpihak kepada siapapun. Ia hanya menginkan agar NU ini tetap selamat.

"Sudahkah lupakan itu semua, bersatu sekarang kembali, itu demi NUnya, kita malu lah soal tambang," jelasnya.

Di sisi lain, Mahfud MD pun melakukan kilas balik saat tahun 2012 yang saat itu ia memutus pembubaran BP Migas, karena menurutnya pengelolaan tambang di Indonesia dipenuhi oleh korupsi.

Saat itu yang menggunggat soal BP Migas adalah NU bersama Muhammadiyah.

"Siapa yang menggugat BP Migas itu? Yang menggugat BP Migas itu adalah Kiai Hasyim Muzadi Ketua Umum PBNU dan Din Syamsudin Ketua Umum PP Muhammadiyah, datang ke kantor saya." ujarnya.

"Pak, pengelolaan tambang Migas nih, Pak, korupsi di mana-mana. Saya sudah lapor ke DPR nggak didengar. Saya minta tolong MK yang mutus," sambungnya.

Waktu itu, NU dan Muhammadiyah datangi MK untuk menggugat ketidakadilan dalam pengelolaan tambang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut