Gus Kautsar Sentil Ulil Abshar yang Cuek Ekosistem Alam Rusak Akibat Tambang

Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Gus Kautsar.
Sumber :
  • VoxPop/Uki Rama

VoxPop – Ulama muda Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdurrahman Al Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar menyindir pernyataan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil yang ketus terhadap aktivis lingkungan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem awal hutan imbas aktivitas tambang yang merusak lingkungan.

img_title Pertamina Raih Outstanding SDG Innovator 2026, Inisiatif Bioenergy Lestari Diakui Dunia

Gus Kautsar menimpali video pernyataan lawas Gus Ulil yang kembali viral karena dianggap pro terhadap aktivitas tambang atau ekstraksi dan seolah merasa tidak peduli untuk mengembalikan ekosistem awal yang rusak akibat aktivitas tambang.

"Kita prihatin ada teman NU, qunut juga sama kaya kita, 'Apa toh pentingnya kamu memikirkan mengembalika ke ekosistem awal'. Kita ini kalau enggak pakai logika kita, kita ini santri, apalagi yang ngomong ini udah kyai, berarti kan dia ngerti," kata Gus Kautsar yang juga pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur dikutip dari akun Instagram @dawuh.terasgubuk

img_title Tingkatkan Akses Keuangan, Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil di Kantor PBNU, Jakarta Pusat

Photo :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Ia merujuk sabda Rasulullah SAW yang tegas mengatakan "Apabila kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang dari kalian ada benih kurma, maka jika ia mampu menanamnya sebelum kiamat itu datang, hendaklah ia menanamnya,"

img_title Ciptakan Nilai Tambah hingga Tarik Investasi, Bahlil Pacu Pembangunan Ekosistem Hidrogen Terintegrasi

"Kalau masih ada kesempatan, nyawa masih ada, tangan masih bisa gerak, tanam! Walaupun kiamat di depan mata. Ini 'ekosistem ngapain dikembalikan, ngapain gimana, nuwun sewu bukan apa-apa, ini dawuhnya kanjeng Nabi," tegasnya 

Menurut Gus Kautsar, menjaga ekosistem alam adalah bentuk nyata kesadaran menjaga masa depan, memperkuat keberlanjutan, dan menjalankan perintah agama dengan penuh tanggung jawab serta kesungguhan.

"Ada generasi berikutnya yang akan meneruskan generasi sebelumnya. Apa yang kita rasakan, keindahan yang kita rasakan, keamanan yang kita rasakan, harus dirasakan oleh anak cucu keturunan kita, iya apa tidak? Artinya, ngono yo ngono ning ojo ngono, (begitu ya begitu, tetapi jangan begitu)," ungkapnya 

Wahabi Lingkungan

Sebelumnya, Ulil mengaku mendapat banyak serangan dari berbagai pihak, termasuk para netizen. Pernyataan lawas Gus Ulil yang pro terhadap aktivitas tambang atau ekstraksi yang memicu kerusakan alam diunggah ulang dan dikaitkan dengan bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut