Rumah Keluarganya Diteror, Konten Kreator Sherly Annavita Bagikan Rekaman CCTV

Sherly Annavita (pojok kanan)
Sumber :
  • Instagram Sherly Annavita

Jakarta, VoxPop – Konten kreator Sherly Annavita diketahui sempat mendapat serangan teror pada 30 Desember 2025 lalu. Melalui akun Instagram miliknya, Sherly mengungkap mendapat teror vandalisme berupa coretan di kendaraan pribadinya. Tak sampai disitu rumahnnya juga dilempari sekantung telur busuk  serta tulisan bernada ancaman yang dialamatkan kepadanya.

img_title Ayah Murid Pengirim Teror Bom ke SDN Srengseng Sawah Buka Suara, Motifnya Mengejutkan

Menyusul peristiwa teror itu, Sherly Annavita mengunggah video rekaman CCTV pada Kamis, 1 Januari 2025, yang menampilkan detik-detik terjadinya aksi tersebut. Dalam video tersebut diketahi aksi teror tersebut dilakukan pada 30 Desember pukul 01.46 WIB.

Dalam menjalankan aksi tersebut terlihat satu pelaku turun dan melakukan vandalisme dengan mencoret kap mobil milik keluarga Sherly. Setelah itu, pelaku yang menggunakan jaket hitam melempar satu kantong berisi telur busuk ke arah teras rumah keluarga Sherly sebelum akhirny berlari meninggalkan lokasi. 

img_title Ketua RT Ungkap Kelakuan Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15: Teror dan Fitnah Tetangga

“INI CCTV TERORONYA. DARI MANA YA BELIAU BISA PUNYA KTP KELUARGA SHERLY? Rumah ini bukan rumah pribadi Sherly dan ada sedikit miss untuk ukuran garasinya sehingga kendaraan tidak bisa dimasukan full badan. Jadinya sesekali mobil disimpan di depan rumah sebagaimana beberapa tetangga yang lain, terlebih jalanan kompleksnya terhitung lebar,” tulis Sherly dikutip Jumat 2 Januari 2026.

Menurut Sherly, pelaku menjalankan aksinya dengan dua sepeda motor. Satu motor digunakan untuk memastikan target, sedangkan motor lainnya ditumpangi dua orang sebagai eksekutor.

img_title Ngaku Cuma Iseng Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Pelaku Terancam 20 Tahun Penjara

Dalam unggahan itu, Sherly mengungkap alasan dirinya merilis video rekaman CCTV tersebut di akun media sosial miliknya. Hal ini disebabkan teror tersebut sudah melibatkan pihak keluarga. Sekaligus untuk menginformasikan kepada publik tentang runtutan kejadian teror yang dialaminya.

“Kenapa memiliih untuk memposting teror ini di media sosial? Karena anacamannya sudah melibatkan keluarga (mengirimkan identitas adik). Setelah sebelumnya banyak sekali dm dan wa teror yang punya tingkat kemiripan. Jadi kalau ada hal-hal aneh terjadi setelah ini, teman-teman juga setidaknya sudah tahu urutan peristiwanya,” tulis dia.

Sherly juga mengaku bahwa peristiwa teror pada 30 Desember lalu memiliki kemiripan dengan teror yang pernah menimpanya di tahun 2019 lalu. Saat itu, dirinya ikut hadir dalam memberikan pendapat terkait pemindahan ibu kota dalam acara Indonesia Lawyers Club di TVOne.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut