Polda Jabar Lacak Ancaman Pembunuhan Terhadap Thom Haye dan Keluarga
- VoxPop.co.id/M Ali Wafa
Kuasa hukum Viking Persib Club menghimbau seluruh pihak untuk menciptakan ruang yang aman bagi setiap individu dalam menjalankan profesinya tanpa rasa takut. Mereka memastikan akan terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas demi tegaknya keadilan dan perlindungan bagi para atlet Indonesia.
Sementara itu Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan sampai saat ini belum ada laporan resmi, namun begitu tim siber pun saat ini tengah melacak akun yang membuat ancaman tersebut.
Thom Haye Diancam Dibunuh
Sebelumnya, Gelandang Maung Bandung, Thom Haye, mengaku menerima ancaman pembunuhan melalui pesan langsung di media sosial usai pertandingan yang digelar pada Minggu, 11 Januari 2026. Ancaman tersebut disampaikan kepada Haye tak lama setelah laga berakhir.
Melalui unggahan Instagram Story di akun pribadinya, @thomhaye, pemain naturalisasi itu menyampaikan kebanggaannya atas perjuangan tim dan dukungan Bobotoh, sekaligus mengungkap kekecewaan terhadap perilaku tidak terpuji yang masih mewarnai sepak bola nasional.
"Kami memenangkan laga derby hari ini dan saya bangga dengan tim kami serta Bobotoh," tulis Thom Haye dalam Instastory pada Minggu malam, 11 Januari 2026. Haye menilai sepak bola Indonesia memiliki potensi besar, terutama berkat atmosfer pertandingan yang penuh gairah dan dukungan suporter yang luar biasa.
Ia menyayangkan masih adanya tindakan tidak menghormati sportivitas yang justru mencederai esensi olahraga tersebut. "Sangat menyedihkan melihat para pemain ikut berkontribusi terhadap hal tersebut dan merusak kualitas permainan. Rasa saling menghormati sangat penting bagi perkembangan sepak bola," lanjut Haye.
Thom menerima ancaman yang tidak hanya ditujukan kepadanya, tetapi juga menyasar keluarga. Haye menegaskan, sebagai pesepak bola profesional, kritik masih dapat diterima, namun ancaman pembunuhan sudah melampaui batas.
"Saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirimkan ancaman kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti. Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu," tegasnya.
Laporan: Cepi Kurnia/tvOne Bandung
