Saksi Bantah Acara Golf di Thailand Bicarakan Penyewaan Kapal

Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat/PN Tipikor Jakarta
Sumber :
  • ANTARA/Livia Kristianti

Jakarta, VoxPop – Manajer Shipping Business PT Pertamina International Shipping (PIS) Muhammad Umar Said membantah PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) membiayai acara main golf di Thailand seperti yang dituduhkan jaksa penuntut umum (JPU). Umar Said menegaskan, para peserta yang mengikuti acara tersebut menanggung biaya masing-masing. 

img_title Timnas Indonesia Bisa Bertemu Malaysia di Piala AFF 2026, Begini Skenarionya

Hal itu ditegaskan Umar Said saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 15 Januari 2026.

Mulanya, kuasa hukum beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza, Patra M Zen menanyakan kepada Umar Said mengenai adanya undangan dari Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim Dimas Werhaspati untuk mengikuti acara main golf di Thailand.

img_title 2 WNA Dibunuh Secara Tragis di Pattaya, PM Thailand: Hal-hal Seperti Ini Tak Akan Terjadi Lagi

Menjawab pertanyaan itu, Umar Said menekankan, tidak ada undangan dari Dimas. Umar Said juga membenarkan saat dikonfirmasi para peserta membayar masing-masing untuk main golf tersebut. 

"Bapak bilang biaya masing-masing?" tanya Patra. 

img_title Hasil Piala AFF 2026: Thailand Buat Malaysia Tersungkur, Langsung Kudeta Puncak Klasemen Grup B

"Betul," jawab Umar Said. 

Patra kemudian mencecar Umar Said mengenai adanya komunikasi dengan para pejabat di PIS lainnya, mengenai rencana main golf yang dibiayai PT JMN atau PT Orbit Terminal Merak (OTM). Umar Said membantah adanya pembicaraan tersebut. 

"Pada saat itu ada enggak rencana bapak ngobrol ke PIS, kita mau golf nanti difasilitasi oleh OTM, enggak perlu bayar, ada enggak?" tanya Patra. 

"Tidak ada," jawab Umar Said. 

"Tahu enggak Anda soal itu?" tanya Patra. 

"Tidak ada," tegas Umar Said. 

"Dengan petinggi PIS ada rencana itu enggak?" cecar Patra. 

"Tidak ada," tegas Umar Said.

Umar Said mengakui free green fee atau biaya untuk bermain di lapangan golf awalnya dibayar oleh Dimas. Namun, Umar Said menekankan, biaya itu dikembalikan setelah permainan atau sepulangnya ke Indonesia. 

"Dikembalikan ya? Yang setahu bapak ya?" tanya Patra.

"Iya," jawab Umar Said.

"Di mana dikembalikannya?" tanya Patra.

"Di Pondok Indah," kata Umar Said.

Patra kemudian menanyakan kepada Umar Said mengenai adanya pembicaraan mengenai penyewaan kapal atau pengadaan di Pertamina saat main golf tersebut. Umar Said menegaskan, tidak ada pembicaraan mengenai bisnis dalam acara itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut