Kemenhaj Bilang Kebugaran Fisik, Disiplin dan Integritas Jadi Syarat Petugas Haji

Wadan Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Muftiono (kiri) dan Juru Bicara Kemenhaj Suci Anisa Mawardi
Sumber :
  • ANTARA/HO-MCH 2026

Jakarta, VoxPop – Kementerian Haji (Kemenhaj) menegaskan bahwa hanya peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) calon petugas haji yang memenuhi syarat yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

img_title Tutup Celah Penyimpangan, Kemenhaj Hapus Mekanisme Lunas Tunda Ganti

Hal itu disampaikan Wakil Komandan (Wadan) Diklat PPIH Arab Saudi 2026 Kolonel (Purn) Muftiono menyusul adanya sejumlah peserta diklat yang dinilai tidak memenuhi kualifikasi akhir.

Ia mengatakan kurikulum pelatihan tahun ini dirancang khusus untuk menerjemahkan arahan tegas Menteri Haji dan Umrah. Kurikulum tersebut berfokus pada tiga pilar utama yaitu kebugaran fisik, kedisiplinan tinggi, dan integritas.

img_title Respons Prabowo Dengar Wacana Biaya Haji 2027 Naik Jadi Rp107 Juta

"Memang di sisi kami yang mengawasi training dan diklat, itu membuat satu kurikulum yang harapannya adalah untuk sampai pada tujuan utama," ujarnya.

Petugas haji Daker Madinah rapat koordinasi persiapan kedatangan jemaah dari Makkah

Photo :
  • Syahdan Nurdin/MCH 2025
img_title DPR Desak Kemenhaj Perketat Aturan Haji, 32 Tersangka dan Kerugian Rp116,7 Miliar Jadi Sorotan

Ia menekankan bahwa ketiga pilar tersebut bukan sekadar jargon, melainkan indikator mutlak kelulusan.

"Tujuan utama dari diklat itu kan, satu, membentuk petugas haji yang bugar. Kedua, membentuk petugas haji yang disiplin. Berikutnya, membentuk petugas haji yang berintegritas," katanya.

Ia mengatakan bahwa kegagalan memenuhi salah satu dari tujuan utama tersebut menjadi indikator kegagalan bagi peserta didik (serdik).

"Apabila tujuan utama itu tidak ada atau kurang, tentu saja itu menjadi indikator kegagalan," ujar Muftiono.

Pernyataan tersebut sejalan dengan peringatan keras yang sebelumnya disampaikan oleh Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak pada pembukaan diklat awal Januari lalu.

Ia mengatakan bahwa diklat tahun ini mengadopsi metode semi-militer untuk memastikan mental pelayan yang tangguh.

Ia juga mewanti-wanti agar petugas meluruskan niat dan tidak sekadar "nebeng naik haji".

Ketegasan itu, kata Dahnil, terbukti dengan adanya tindakan tegas berupa pencopotan setidaknya enam peserta di tengah jalan karena masalah kesehatan dan indisipliner.

Juru Bicara Kemenhaj Suci Anisa Mawardi membenarkan bahwa hasil evaluasi akhir selama diklat menunjukkan adanya peserta yang tidak layak berangkat.

Meskipun harapan awal kementerian adalah memberangkatkan seluruh peserta, standar pelayanan maksimal yang ditargetkan pada 2026 tidak memberikan ruang bagi kompromi.

"Kita berharap untuk semua petugas haji akan diberangkatkan ke Arab Saudi. Tapi berdasarkan hasil selama diklat ternyata tidak memungkinkan," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut