Menlu: KTT D-8 Digelar di Jakarta, Harap Hasilkan Kerja Sama Konkret

Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan
Sumber :
  • Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, VoxPop Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono mengatakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) direncanakan digelar di Jakarta pada April 2026 mendatang.

img_title Kepada Prabowo, Anindya Bakrie Tegaskan Kesiapan Dunia Usaha Bantu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan kerja sama konkret, khususnya dalam penguatan ekonomi antarnegara anggota.

"Kita sedang menyusun substansinya. Intinya adalah bagaimana menjadikan KTT kali ini sebagai satu yang sifatnya konkret ya. Kemudian ada hasil-hasil yang nyata," kata Sugiono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.

img_title Kadin Se Indonesia Dipanggil Prabowo, Anindya Ungkap Diskusi soal Genjot Ekonomi Daerah

Sugiono menjelaskan, pemerintah Indonesia saat ini masih menyusun substansi pertemuan. Dia menyebut KTT D8 tahun ini diarahkan untuk menghasilkan langkah nyata yang berdampak langsung bagi negara anggota.

Sugiono menuturkan, salah satu fokus utama yang ingin dicapai adalah memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara anggota D8.

img_title BI Disebut Tak Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Destry: Salah itu, Kami Tetap Konsen

Menurut dia, setiap negara anggota memiliki potensi ekonomi yang besar dan saling melengkapi.

"Karena masing-masing negara anggota ini punya kekuatan ekonomi masing-masing, yang kalau misalnya dipadukan itu justru merupakan satu kekuatan yang besar," ujarnya.

Terkait lokasi penyelenggaraan, Sugiono menyebut KTT D-8 rencananya akan digelar di Jakarta dengan mencari lokasi yang representatif.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arief Havas Oegroseno menyampaikan pemerintah RI telah menyiapkan sejumlah agenda penting dalam rangkaian kegiatan D8 tahun ini.

Selain KTT D-8, Indonesia juga akan menggelar Ocean Impact Summit yang akan berlangsung di Bali.

Havas mengungkapkan Indonesia mengusulkan agar isu kelautan menjadi agenda baru dalam kerja sama D8.

Menurutnya, seluruh negara anggota D8 merupakan negara yang memiliki wilayah laut, namun selama ini isu tersebut belum menjadi fokus pembahasan bersama.

"Jadi negara D8 itu semua punya laut, tapi D8 tidak pernah membahas mengenai laut. Jadi kita ingin D8 tahun ini juga punya agenda mengenai kelautan dunia. Itu sudah masuk di agenda," kata Havas.

Terkait kehadiran para kepala negara anggota D8, Havas mengatakan pemerintah telah mengirimkan undangan resmi. Namun, ia belum dapat menyampaikan konfirmasi kehadiran para pemimpin negara kepada publik.

"Kita sudah kirim undangan. Jadi kita belum bisa sampaikan ke publik," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut