22 Hari Pencarian, Basarnas Hentikan Operasi SAR Longsor Bandung Barat: 20 Korban Belum Ditemukan

Basarnas Hentikan Operasi SAR Longsor Bandung Barat
Sumber :
  • Cepi Kurnia/tvOne/Bandung

Bandung Barat, VoxPop – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas secara resmi mengakhiri Operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, usai berlangsung selama 22 hari.

img_title BMKG Ingatkan Hujan Lebat Berpotensi Guyur 15 Provinsi Hari Ini, Warga Diminta Waspada Banjir dan Longsor

Penutupan operasi ditandai dengan apel resmi yang dipimpin SAR Mission Coordinator (SMC) sekaligus Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana. Apel tersebut dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta perwakilan keluarga korban.

Keputusan penghentian operasi diambil setelah seluruh upaya pencarian dan evaluasi teknis dinyatakan telah dilakukan secara optimal oleh Tim SAR gabungan.

img_title Tembok Penahan Tanah Longsor di Bandung, Diduga Tak Kuat Menahan Beban Kendaraan

Dalam keterangannya, Ade Dian Permana menyampaikan bahwa selama 22 hari pelaksanaan operasi, tim berhasil mengevakuasi 101 bodypack. Dari jumlah tersebut, 83 korban telah teridentifikasi melalui proses Disaster Victim Identification (DVI).

"Seluruh proses pencarian dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme, kehati-hatian, dan penghormatan terhadap para korban. Ini adalah operasi kemanusiaan yang kami jalankan sepenuh hati,”katanya, Jumat (13/11/2026).

img_title Tambang Emas Ilegal di Angola Longsor, 28 Orang Tewas

Sejak hari pertama, tim SAR menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Kondisi tanah yang labil, perubahan cuaca yang cepat, hingga potensi longsor susulan menjadi hambatan serius bagi personel yang bertugas.

Meski demikian, Ade menegaskan bahwa unsur SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, tim DVI, relawan, serta masyarakat setempat tetap bekerja tanpa henti demi menemukan para korban.

Koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam jalannya operasi. Setiap proses evakuasi dilakukan sesuai standar operasional prosedur guna menjamin keselamatan personel sekaligus menjaga martabat korban.

Dalam apel penutupan, Basarnas juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban serta permohonan maaf apabila selama pelaksanaan operasi terdapat hal-hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan.

"Kami memahami bahwa tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun kami memastikan bahwa setiap upaya telah dilakukan secara maksimal," katanya.

Hingga operasi resmi dihentikan, masih terdapat 20 jiwa yang belum berhasil ditemukan. Keputusan ini diambil melalui evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek teknis, efektivitas pencarian, serta faktor keselamatan tim di lapangan.

“Penutupan ini adalah batas formal fase tanggap darurat pencarian. Namun komitmen kemanusiaan dan empati kami kepada keluarga korban tidak pernah berhenti.”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut