Detik-detik Pelaut Asal Gowa Disandera Perompak Somalia, Kapal Dihujani Tembakan

Keluarga Pelaut Asal Gowa
Sumber :
  • tvOnenews.com/Idris Tajannang

Gowa, VoxPop – Pengakuan mengejutkan disampaikan Kapten kapal tanker Honour 25, Ashari Samadikun (33), saat mendapat kesempatan melakukan video call dengan keluarga dan rekan seangkatannya di sekolah pelayaran PIP Makassar. 

img_title KM Sentosa II Terbakar di Laut Jawa, Slamet Ariyadi Minta Evaluasi Kelayakan Kapal

Dalam komunikasi singkat itu, Ashari membeberkan detik-detik dramatis saat kapal yang dipimpinnya diserang perompak Somalia.

Dalam video call tersebut, Ashari menjelaskan kondisi terkini mereka masih dalam pengawasan ketat perompak bersenjata.

img_title Prabowo Mau Bangun Industri Kapal Nasional, Kampus Diminta Kuasai Teknologi Perkapalan

“Aman alhamdulillah, masih dikasih makan dan salat. Semua kru tidur di atas, tapi kalau malam dijaga ketat. Ada yang berjaga di kanan, kiri, dan belakang,” kata Ashari, Minggu, 26 April 2026.

Ilustrasi maritim Somalia

Photo :
  • Somalialand Standart
img_title Rosan: Pengiriman Barang 95% Pakai Kapal Berbendera Asing

Ia juga mengungkapkan bahwa para perompak memiliki persenjataan lengkap, bahkan disebut membawa amunisi dalam jumlah besar.

“Senjatanya lengkap, pelurunya banyak sekali,” katanya.

Ashari kemudian menceritakan awal mula serangan yang terjadi dini hari. Saat itu, sebuah kapal kecil sempat terlihat mendekat, namun tidak diantisipasi secara maksimal oleh kru yang berjaga.

“Sekitar jam 10 malam ada satu boat memantau dari belakang. Tapi kru tidak melapor. Jam 2 dini hari, datang tiga boat, dua di kanan, satu di kiri,” jelasnya.

Situasi berubah mencekam ketika ia melihat langsung para perompak membawa senjata.

“Saya lihat pakai teropong, ada senjata. Saya bilang dalam hati, ini bahaya,” ujarnya.

Ashari sempat kembali ke kamar untuk mengamankan diri, namun tak lama kemudian rentetan tembakan menghujani kapal.

“Saya masuk kamar, kunci pintu. Tidak lama mereka menembak, kamar saya diberondong,” katanya.

Dalam kondisi genting, ia sempat mengirim pesan suara ke pihak kantor dan keluarga, sebelum akhirnya para perompak berhasil naik ke kapal dan memaksa seluruh kru keluar.

“Mereka dobrak pintu, semua kru saya suruh keluar, angkat tangan,” tuturnya.

Momen paling menegangkan terjadi saat Ashari berhadapan langsung dengan pimpinan perompak yang menodongkan senjata ke kepalanya.

“Saya langsung bilang ‘I am Muslim, don’t shoot’. Dia jawab ‘you Muslim?’ Saya bilang saya Muslim Indonesia, saya kapten,” ungkapnya.

Setelah itu, situasi sedikit mereda. Para perompak kemudian memerintahkan kapal untuk berhenti dan mulai menguasai seluruh isi kapal, termasuk mengambil barang-barang pribadi milik kru.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut