Penampakan Lautan Buruh Hadiri Peringatan May Day di Monas Hari Ini

Penampakan Buruh di Peringatan May Day 2026
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, VoxPop – Sejak langit Jakarta masih berwarna abu-abu dini hari, kawasan Monumen Nasional atau Monas sudah mulai dipadati ribuan buruh dari berbagai penjuru Indonesia, Jumat, 1 Mei 2026.

img_title Cerita Warga Dapat Suvenir dari Presiden Usai Hadiri Zikir dan Doa Bersama di Monas

Mereka datang berkelompok, ada yang menggunakan bus, kereta, hingga sepeda motor, membawa spanduk, bendera serikat, dan suara menuntut kesejahteraan yang lebih baik.

Berdasarkan pantauan, perlahan berubah menjadi lautan manusia. Warna-warni atribut serikat buruh bercampur dengan terik matahari pagi. Di antara kerumunan itu, wajah-wajah lelah perjalanan jauh terlihat kontras dengan semangat yang tak surut.

img_title Jakarta Hari Ini Dipadati 47 Agenda Besar, Zikir Akbar hingga Indonesia vs Aston Villa

Rudi (34), buruh pabrik tekstil asal Bekasi, Jawa Barat, mengaku berangkat sejak subuh demi bisa ikut peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini.

“Saya berangkat jam 4 pagi, bareng teman-teman satu pabrik. Capek pasti, tapi ini momen penting buat kami. Setahun sekali kita bisa bersuara langsung di sini,” jelas dia.

img_title 100 Ribu Orang Bakal Padati Monas, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Zikir dan Doa Kebangsaan

Ribuan buruh yang memperingati Hari Buruh International di Depan Gedung DPR/MPR RI

Photo :
  • VoxPop.co.id/Zendy Pradana

Tak hanya dari kawasan penyangga Jakarta, buruh dari luar pulau pun turut meramaikan Monas. Siti (29), pekerja sektor retail dari Lampung, mengatakan perjalanan panjang tak menyurutkan niatnya untuk hadir.

“Kami naik bus hampir 10 jam. Ini pertama kali saya ikut May Day di Jakarta. Harapannya sih pemerintah lebih dengar suara buruh, terutama soal upah dan jaminan kerja,” katanya.

Di sisi lain lapangan, kelompok buruh dari Jawa ? Timur tampak membentangkan spanduk besar. Di antara mereka, Agus (41), buruh manufaktur asal Surabaya, menilai May Day bukan sekadar seremoni, melainkan momentum konsolidasi.

“Kami datang dari jauh bukan untuk jalan-jalan. Ini soal masa depan kami. Harga kebutuhan naik terus, tapi upah kadang nggak sebanding. Jadi kami ingin ada perubahan nyata,” tuturnya.

Panggung utama diwarnai dengan penampilan dari penyanyi ibu kota, seperti Band Kotak, lalu dilanjutkan Band Tipe-X. Suara pengeras menggema, disambut tepuk tangan dan nyanyian dari massa.

Meski cuaca sedikit kelabu hanya disinari matahari kecil, para buruh tetap bertahan. Sebagian duduk di tepi, sebagian lainnya berdiri sambil mengibarkan bendera.

Presiden Prabowo Subianto di peringatan Hari Buruh 2025

Photo :
  • Biro Pers Sekretariat Presiden

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 400 ribu orang diproyeksikan memadati kawasan Monas dalam peringatan May Day tahun ini. Jumlah tersebut terdiri dari berbagai elemen, mulai dari buruh hingga pengemudi ojek online.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut