Sosok Ayah Kandung Taufik Hidayat Disorot, Pernah Kehilangan Istri karena Stres dan Anak akibat Overdosis

Ayah kandung Taufik Hidayat, Tata
Sumber :
  • Facebook

Jakarta, VoxPop – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR yang menjerat Taufik Hidayat (30), terus mengungkap berbagai fakta baru. Tidak hanya mengenai perjalanan hidup tersangka, perhatian publik kini juga tertuju pada sosok ayah kandungnya, Tata. 

img_title Ingat Simon Santoso? Tunggal Putra Indonesia yang Pernah Rajai Bulu Tangkis Dunia Setelah Taufik Hidayat

Di balik kasus yang menghebohkan tersebut, Tata ternyata menyimpan kisah keluarga yang penuh duka dan cobaan.

Dalam perbincangannya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Tata menceritakan berbagai peristiwa yang dialami keluarganya selama bertahun-tahun. Mulai dari kehilangan anak, menghadapi perilaku anak-anaknya yang bermasalah, hingga kepergian sang istri yang disebut mengalami tekanan mental sebelum meninggal dunia.

img_title Saat YTR Jalani Operasi Rekonstruksi Wajah, Berkas Taufik Hidayat Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berikut sejumlah fakta mengenai sosok ayah kandung Taufik Hidayat, sebagaimana dirangkum Viva pada Jumat, 26 Juni 2026.

1. Kehilangan Anak Perempuan karena Sakit

img_title Berkas Lengkap dan Dilimpahkan ke Kejaksaan, Taufik Hidayat Penyekap YTR Siap Diadili

Tata mengungkapkan dirinya memiliki empat orang anak. Namun, anak pertamanya yang berjenis kelamin perempuan telah lebih dulu meninggal dunia akibat sakit.

Kepergian anak sulung menjadi salah satu pukulan berat bagi keluarga. Meski begitu, cobaan yang dihadapi Tata belum berhenti sampai di situ.

2. Anak Bungsu Meninggal akibat Overdosis

Selain kehilangan anak sulung, Tata juga harus menerima kenyataan pahit ketika anak bungsunya meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan.

Kondisi tersebut sebelumnya juga diungkapkan oleh Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi. "Yang bungsu meninggal karena over dosis, minum obat-obatan sampai meninggal dunia," kata Kusnaedi.

Peristiwa tersebut disebut menjadi salah satu tragedi terbesar yang dialami keluarga Tata.

3. Sang Istri Meninggal setelah Mengalami Stres Berkepanjangan

Kusnaedi mengungkapkan bahwa berbagai persoalan yang menimpa anak-anaknya memberikan tekanan besar kepada istri Tata.

"Ibunya stres, setahun ampleung-ampleungan (jalan kaki ke sana ke mari)," ungkapnya.

Menurut Kusnaedi, istri Tata lebih banyak mengurung diri di rumah, enggan berbicara, dan beberapa kali berjalan tanpa tujuan hingga harus dicari oleh suaminya.

"Istrinya nggak mau dibawa diperiksa, di rumah diem, nggak ngomong, lalu ada kesempatan keluar, jalan terus," katanya.

Ia menduga kondisi tersebut dipicu oleh beban pikiran akibat berbagai persoalan yang dialami anak-anaknya. "Mungkin itu (saking stress melihat anak-anaknya)," tambahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut