Kepala BGN Minta MBG Tak Dibawa Pulang Siswa ke Rumah untuk Hindari Keracunan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) di Kantor BGN
Sumber :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Jakarta, VoxPop – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono meminta siswa tidak membawa pulang menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan yang telah diterima di sekolah diharapkan langsung dikonsumsi di tempat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

img_title Langkah Kepala BGN soal Percepatan Operasional 114 Dapur MBG Diapresiasi Penuh

"Kami mohon sesuai dengan petunjuk teknis, bapak, ibu semua, (MBG) sebaiknya tidak dibawa pulang. Pastikan makannya satu, dimakan di situ, dikonsumsi di kelas itu di jam yang memang diperbolehkan, dan sebaiknya tidak dibawa pulang," kata Sudaryono dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu, 9 Agustus 2026.

Suasana dapur MBG di Brebes saat akan menyiapkan untuk disalurkan ke sekolah

Photo :
  • tvOne
img_title BGN Buka Tiga PO Box untuk Terima Aduan Warga Soal MBG

Sudaryono mengatakan imbauan tersebut berkaitan dengan risiko keamanan pangan apabila makanan disimpan dan dikonsumsi kembali di rumah setelah melewati batas waktu aman.

Menurutnya, praktik membawa pulang makanan MBG telah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kasus keracunan di sejumlah titik. Bahkan, kata dia, kasus tersebut tidak hanya dialami siswa, tetapi juga orang tua yang mengonsumsi makanan yang dibawa pulang.

img_title Awasi Program MBG, Sudaryono Tugaskan Pejabat BGN Ngantor di Daerah

"Memang ini saya paham sekali, saya juga kemarin di satu SD yang di Bogor yang saya datangi itu kemudian dibelah dua, dia bilang dia teringat ibunya di rumah. Ini menjadi satu case keracunan di beberapa titik, Bahkan yang keracunan bukan hanya siswanya, tapi bapak, ibu orang tua di rumah ikut keracunan karena makanan yang dibawa pulang tadi," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kembali terjadinya kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Di momen ini kami juga menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban di seluruh Indonesia, di beberapa kejadian,” ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat 7 Agustus 2026.

Dia mengungkapkan kasus keracunan MBG terjadi di beberapa daerah, seperti di Jepara, Yogyakarta, Semarang, dan terbaru di Jayapura.

Sudaryono berjanji akan memperbaiki tata kelola pelaksanaan MBG sehingga kasus keracunan tidak akan terjadi lagi ke depannya.

“Ini kami mohon maaf, barang kali, kami akan terus tingkatkan ini. Selain itu, juga kami minta izin untuk dalam waktu yang sesingkat-singkatnya ini kami perbaiki dengan segera tata kelola untuk supaya kasus keracunan ini betul-betul kami bisa nolkan,” katanya.

Sebelumnya, Sudaryono mengatakan kasus keracunan massal di wilayah itu terjadi akibat makanan dimasak terlalu cepat.

Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Photo :
  • Antara

“Jadi memang memulai masaknya kecepatan, kalau enggak salah jam 7 atau setengah 8 (malam di) hari sebelumnya untuk dikirimkan di hari berikutnya di jam 11 (siang). Jadi itu sudah melanggar,” kata Sudaryono di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu 5 Agustus 2026.

Dia menyebut penyebab keracunan di Jayapura sama seperti yang terjadi di SMK Negeri 6 Semarang. 

“Termasuk yang di Semarang juga sama, dia mulai masak jam 9 malam,” ungkap Sudaryono.

Kepala BGN, Sudaryono

BGN Wajibkan Ompreng MBG Cantumkan Batas Waktu Konsumsi Mulai Pekan Depan

BGN mewajibkan setiap ompreng atau wadah makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencantumkan batas waktu konsumsi. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pekan depan.

img_title
VoxPop.co.id
9 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut