Sebelum Jadi Tersangka, Saepul Tukang Piscok Gay Pelaku Pembunuhan Depok Ternyata Pernah Ikut Kompetisi Dangdut di TV

Pelaku pembunuhan di depok, Saepul (26) pernah mengikuti kompetisi dangdut
Sumber :
  • Kolase VoxPop/ Tiktok @lidasaepull220

VoxPop – Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan oleh Saepul alias Saepullah (26) satu per satu mulai terungkap.

img_title Nenek 79 Tahun Dicekik Saat Menyuguhi Kopi, Pelaku Ternyata Saudara Jauh

Publik digegerkan dengan penemuan jasad pria bernama Kunaefi (51) dalam karung di kawasan Pancoran Mas Depok, Jawa Barat.

Warga setempat awalnya mengira karung tersebut berisi sampah, ternyata berisikan jasad manusia dengan kondisi mengenaskan karena tubuhnya yang ditemukan tidak utuh.

img_title Polisi Tangkap Pemerkosa dan Pembunuh Bocah 6 Tahun yang Jasadnya Ditemukan di Sumur

Kurang dari 24 jam setelah jasad ditemukan, pihak kepolisian berhasil meringkus pria yang diduga sebagai pelaku yang bernama Saepul.

Saepul Ikut Kompetisi Menyanyi Dangdut

img_title WA Terakhir Tukang Piscok Gay Pelaku Mutilasi di Depok Terbongkar! Isinya Resign Tepat di Hari Pembunuhan

Pelaku pembunuhan di depok, Saepul (26) pernah mengikuti kompetisi dangdut

Photo :
  • TikTok @lidasaepull220

Belakangan ini, publik yang menyoroti kasusnya mulai menguliti identitas Saepul. Ternyata, sebelumnya ia pernah tampil di televisi saat mengikuti kompetisi Dangdut.

Tidak disangka ia memiliki bakat bernyanyi, bahkan pernah mengikuti sejumlah kompetisi dangdut.

Salah satunya pada ajang pencarian bakat yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta nasional.

Sejumlah foto beredar di media sosial, Saepul merupakan peserta DMD Panggung Rezeki. 

Keikutsertaannya dalam ajang tersebut karena ingin membelikan motor untuk ibunya berjualan di pasar.

“Sebenarnya saya mau bantu ibu saya jualan dipasar. Jual sayur, dari jam 02.00 WIB subuh sampai jam 08.00 WIB pagi,” ungkap Saepul saat mengikuti kompetisi, dikutip dari akun TikTok @lidasaepull220.

Perjalanan dari rumahnya menuju pasar cukup jauh, sekitar 5 km. Terkadang ibunya pergi ke pasar dengan berjalan kaki lantaran tidak memiliki kendaraan. 

“Terus kan karena kita nggak ada kendaraan, kadang dari rumah ke pasar tuh jalan kaki. Lumayan (jauh) sekitar 5 km,” ujarnya.

Selain membelikan motor untuk ibunya, hadiah dari kompetisi tersebut akan menjadi modal ibunya untuk berjualan sayur di pasar.

“Buat motor second aja, sisanya buat modal emak nambah jualan. Soalnya kan sayurannya ngambil dari orang. Untungnya cuma Rp1.000 atau Rp2.000 gitu. Jadi kalau misalkan belanja sendiri untungnya bisa kelihatan,” jelas Saepul.

Berjualan Piscok di Stasiun

Saepul alias Saepullah (baju tahanan)

Photo :
  • Dok. Istimewa

Sebelum diringkus oleh polisi, Saepul bekerja sebagai pedagang pisang cokelat menggunakan gerobak di sekitar Stasiun Pondok Cina, Depok.

Sehari-harinya, pria kelahiran tahun 2000 itu menjalani aktivitas berjualan sebagai mata pencahariannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut